• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

sperma

Pahami Apa Itu Subpopulasi Sperma dan Mengapa Penting untuk Kesuburan

May 5, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Selama ini, banyak yang mengira kalau sperma dalam satu ejakulasi itu seragam semuanya berenang bareng, bentuknya mirip, dan punya tujuan yang sama: membuahi sel telur. Tapi pandangan itu ternyata sudah lama ditinggalkan. Dunia ilmu pengetahuan sekarang tahu, di balik satu tetes cairan ejakulasi, tersembunyi keragaman yang luar biasa. Bukan cuma sekadar ada sperma yang bagus dan sperma yang rusak. Tapi bahkan sperma yang tampaknya “normal” pun ternyata punya keunikan masing-masing. Hal tersebut disebut sebagai subpopulasi sperma mulai dikenal.

Keragaman Sperma dalam Ejakulasi

Para peneliti sejak akhir tahun 1970-an mulai menyadari bahwa sperma tidak bisa dianggap sebagai kelompok yang homogen. Bahkan dalam satu sampel yang tampak sehat, ada perbedaan yang signifikan antar sperma mulai dari cara mereka bergerak, cara mereka menggunakan energi, hingga kandungan molekul di dalamnya. Misalnya, ada sperma yang lebih aktif karena mitokondrianya bekerja lebih efisien, sementara yang lain punya cadangan energi berbeda. 

Ada juga sperma yang sudah mengalami perubahan fisiologis yang membuatnya siap membuahi sel telur (disebut sudah mengalami kapasitasi), sementara yang lain belum siap. Bahkan komposisi membran luar sperma, saluran ion, dan protein yang menempel pun bisa berbeda-beda. Ini artinya, dua sperma yang tampak sama di mikroskop, belum tentu punya potensi yang sama secara fungsional. Wah bisa begitu ya? menarik ngga si paksu?

Pentingnya Memahami Subpopulasi Sperma

Mengapa penting untuk memahami adanya subpopulasi ini? jadi ternyata dalam konteks fertilitas, terutama dalam program bayi tabung atau teknologi reproduksi berbantu lainnya, kita tidak cukup hanya menilai sperma dari jumlah, bentuk, atau geraknya saja. Bisa jadi, jumlahnya banyak dan bentuknya normal, tapi sebagian besar berasal dari subpopulasi yang kurang efisien dalam membuahi sel telur. 

Di sisi lain, ada kelompok kecil sperma yang punya kualitas molekuler tinggi dan peluang lebih besar untuk berhasil. Maka, dengan mengenali karakter tiap subpopulasi, kita bisa lebih cermat memilih sperma terbaik untuk proses pembuahan. Lalu dengan apa ini dapat dideteksi?

Teknologi untuk Mengidentifikasi Subpopulasi Sperma

Untuk mengidentifikasi subpopulasi ini, para ilmuwan kini menggunakan teknologi canggih. Salah satunya adalah analisis berbasis komputer yang bisa membaca pola gerak dan bentuk sperma secara otomatis dari ratusan hingga ribuan sel sekaligus. Selain itu, ada juga analisis molekuler dan sitometri alir yang memungkinkan kita melihat kandungan protein, RNA, atau bahkan tingkat fragmentasi DNA di dalam sperma satu per satu. Semakin berkembang teknologinya, semakin detail kita bisa memetakan “karakter” setiap sperma.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sausa yang menemukan subpopulasi sperma dengan mitokondria aktif misalnya memiliki kualitas lebih baik dan banyak yang utuh, lebih sedikit kerusakan kromatin, dan lebih mampu berpartisipasi dalam perkembangan awal. Metode penyortiran berdasarkan aktivitas mitokondria terbukti lebih efektif dibandingkan metode klasik. Aktivitas mitokondria dapat dijadikan indikator yang kuat untuk menilai fungsionalitas sperma manusia.

Hal tersebut menunjukkan bahwa di dalam sperma ada kompetisi, keragaman, dan bahkan kerja sama antar subpopulasi yang membuat proses pembuahan menjadi kompleks. Dan dengan mengenal subpopulasi sperma ini lebih jauh, sister dan paksu sedang membuka pintu baru dalam pemahaman tentang kesuburan terutama pada paksu. 

Referensi

  • Martínez-Pastor, F. (2022). What is the importance of sperm subpopulations?. Animal Reproduction Science, 246, 106844.
  • Sousa, A. P., Amaral, A., Baptista, M., Tavares, R., Caballero Campo, P., Caballero Peregrin, P., … & Ramalho-Santos, J. (2011). Not all sperm are equal: functional mitochondria characterize a subpopulation of human sperm with better fertilization potential. PloS one, 6(3), e18112.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, kesuburan, sperma

Ketahui Pentingnya Mengecek Seberapa Ideal Berat Badan yang Berpengaruh ke Kesuburan Laki-laki

April 18, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Selama ini kita sering dengar kalau kelebihan berat badan bisa ganggu kesehatan. Tapi, pernah kepikiran nggak sih, kalau lemak di perut juga bisa ngaruh ke kualitas sperma? meski banyak pengaruh yang lain, MDG pada kesempatan kali ini ingin membahas dari sisi obesitas atau kelebihan lemak terutama jika ini terjadi pada paksu. 

Kelebihan Berat Badan & Sperma: Apa Hubungannya?

Seseorang dengan kelebihan berat badan dapat mengurangi kualitas dan kesuburan sperma. Kenapa bisa terjadi? nah hal ini berkesinambungan dengan ketidakseimbangan hormonal. Pada laki-laki yang mengalami kelebihan berat badan alias obesitas, menurut penelitian, sperma yang dihasilkan biasanya memiliki kualitas yang buruk. 

Hal itu terjadi karena adanya perubahan hormon yang menjadi tidak seimbang. Laki-laki dengan berat badan berlebih biasanya  juga jadi lebih sulit untuk mengalami ereksi. Banyak cara mengetahui ukuran tubuh agar dapat diketahui apakah sudah ideal atau belum.

Cara Mengetahui Atau mengukur Lemah pada Tubuh

Beberapa penelitian udah nunjukin bahwa laki-laki yang kelebihan berat badan lebih rentan punya masalah sperma, entah itu dari segi jumlah, pergerakan, atau bentuknya. Nah, biasanya untuk mengukur berat badan, dipakai yang namanya BMI (Body Mass Index). Tapi, BMI ini cuma ngitung berat dan tinggi badan, tanpa tahu lemaknya ngumpul di mana.

Lalu bagaimana dengan lemak yang ada di bagian tertentu seperti pada perut, fakta bahwa lemak di perut (obesitas sentral) justru bisa lebih bahaya dan lebih akurat menunjukkan risiko kesehatan. Nah untuk itu muncul pengukuran lain: WHR (Waist-to-Hip Ratio) atau rasio lingkar pinggang ke pinggul. WHR ini bisa ngasih gambaran apakah lemak tubuh terkonsentrasi di bagian perut atau nggak.

Nah bagi sister dan paksu yang baru familiar sama cara pengukuran berat badan di BMI, sebaiknya mempertimbangkan juga pengecekan lain seperti WHR. Oh ya penyebab dari obesitas di perut juga beragam ya. Tapi secara umum memang sama-sama kelebihan berat badan. 

Cara Mengatasi Perut Buncit

Pada penyebab perut buncit oleh penumpukan lemak berlebih atau obesitas bisa paksu atasi dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti diet atau mengatur pola makan, mengonsumsi makanan sehat serta memiliki gizi seimbang, mencukupi waktu tidur minimal 7-9 jam per hari, berolahraga secara rutin, berhenti merokok dan menghindari konsumsi alkohol berlebihan.

Karena paksu harus ketahui bahwasanya penelitian yang dilakukan oleh Keszthelyi et.al (2020)  ini kasih sinyal kuat kalau obesitas di area perut bisa berdampak ke kesuburan laki-laki. Nggak cuma jumlah sperma yang turun, tapi juga kemampuan mereka buat “berenang” menuju sel telur. Jadi baiknya untuk paksu harus  mulai jaga pola makan dan olahraga teratur. Untuk informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Keszthelyi, M., Gyarmathy, V. A., Kaposi, A., & Kopa, Z. (2020). The potential role of central obesity in male infertility: body mass index versus waist to hip ratio as they relate to selected semen parameters. BMC Public Health, 20, 1-10.
  • https://www.halodoc.com/artikel/cek-hubungan-berat-badan-vs-kesuburan-pria
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/penyebab-perut-buncit

 

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, laki-laki, obesitas, perut buncit, sperma

Kenali apa itu Ashwagandha dan Potensinya dalam Kesehatan Reproduksi Pria

March 28, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Ashwagandha berasal dari kata “Ashwa” yang berarti kuda dan “Gandha” yang berarti bau tanaman. Tanaman ini memiliki nama ilmiah Withania somnifera dan termasuk dalam famili Solanaceae. Sejak zaman kuno, Ashwagandha telah dikenal luas dan juga disebut sebagai Poison Gooseberry. Tumbuhan ini dapat ditemukan di berbagai negara, seperti Afrika Selatan, Nepal, Pakistan, Afghanistan, dan Spanyol. Lalu kira-kira apakah ada  manfaatnya untuk infertilitas? apakah ada? yuk baca lebih lanjut sister dan paksu!

Peran Ashwagandha dalam Pengobatan Infertilitas Pria

Ashwagandha mengandung senyawa aktif Withaferin-A dan Withanone yang berkontribusi terhadap pengobatan infertilitas. Yang paksu sudah ketahui diantara penyebab infertilitas laki-laki adalah stres, mengapa seperti itu? karena stres menghasilkan amina biogenik yang berdampak langsung pada hipotalamus. Selain itu, pelepasan epinefrin dan norepinefrin dari sumsum adrenal dapat mengurangi aliran darah ke testis, yang berdampak negatif pada produksi sperma.

Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi W. somnifera dapat meningkatkan konsentrasi sperma, motilitas, dan waktu pencairan sperma. Studi tersebut juga menemukan bahwa Ashwagandha dapat meningkatkan normozoospermia hingga 36% pada perokok dan individu dengan stres psikologis.

Lalu bagaimana ini bekerja? bahwa konsumsi Ashwagandha secara signifikan meningkatkan jumlah dan motilitas sperma, hal ini karena sifat antioksidannya. Perawatan ini juga meningkatkan kadar enzim antioksidan dan vitamin dalam plasma mani, yang melindungi sperma dari kerusakan oksidatif. Selain itu, Ashwagandha membantu menyeimbangkan kadar hormon reproduksi dengan meningkatkan kadar testosteron dan LH, serta menurunkan kadar FSH dan prolaktin.

Pengaruh Ashwagandha terhadap Stres dan Kesehatan Sperma

Jadi jika dirangkum ternyata sangat banyak pengaruhnya, melihat bagaimana kandungan dari tanaman tersebut, diantaranya adalah

  • Ashwagandha menurunkan tingkat stres, yang merupakan faktor penyebab infertilitas pria.
  • Peningkatan kadar antioksidan utama, yang membantu mengurangi stres oksidatif.
  • Volume air mani meningkat, dan kadar vitamin A, C, dan E yang penting untuk kesehatan sperma juga meningkat.
  • Normalisasi kadar fruktosa dalam plasma mani, yang penting untuk produksi energi sperma.

 

Bahkan Ashwagandha memiliki efek terhadap keseimbangan hormon reproduksi pria. Konsumsi Ashwagandha dapat meningkatkan kadar testosteron dan hormon luteinisasi (LH), serta menurunkan kadar FSH dan prolaktin (PRL). Hal ini menunjukkan bahwa Ashwagandha berpotensi untuk mengatur keseimbangan hormon yang berperan dalam produksi sperma yang sehat.

Ashwagandha memiliki berbagai manfaat dalam kesehatan reproduksi pria, termasuk meningkatkan kualitas sperma, menyeimbangkan hormon, dan mengurangi stres yang berkontribusi pada infertilitas. Selain itu, tanaman ini juga menunjukkan potensi dalam mengelola disfungsi ereksi psikogenik. Dengan berbagai manfaat terapeutiknya, Ashwagandha dapat menjadi salah satu solusi alami untuk meningkatkan kesehatan reproduksi pria. Wah bagaimana menarik bukan? informasi menarik lainnya jangan lupa follow terus MDG ya, terutama di Instagram kami di @menujuduagaris.id

Referensi

Chavda, V. P., Sonak, S. S., Balar, P. C., Vyas, K., Palandurkar, P., Mule, K., … & Apostolopoulos, V. (2024). Reviving Fertility: Phytochemicals as Natural Allies in the Fight against Non-genetic Male Infertility. Clinical Complementary Medicine and Pharmacology, 4(1), 100128.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: herbal, infertilitas, kesehatan, sperma

Ketahui Peran Antioksidan dalam Mengatasi Infertilitas Pria

February 14, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Infertilitas mempengaruhi sekitar 15% populasi, salah satu faktor infertilitas adalah faktor pria yang tentu saja bertanggung jawab atas sekitar 25–30% kasus. Salah satu penyebab utama infertilitas pria adalah stres oksidatif, yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara spesies oksigen reaktif (ROS) dan kemampuan tubuh untuk menetralkannya dengan antioksidan. 

Faktanya stres oksidatif dapat merusak kualitas sperma dan berdampak negatif pada keberhasilan teknik reproduksi berbantuan seperti IVF. MDG pada kesempatan kali ini ingin ini membahas peran ROS dalam infertilitas pria, dampaknya terhadap kualitas sperma, serta bagaimana pola makan dan asupan antioksidan dapat membantu mengatasi masalah ini. Baca sampai habis ya!

Spesies Oksigen Reaktif (ROS) dan Dampaknya pada Kesuburan Pria

Mengapa ini disambungkan ke infertilitas pria? karena jika kita coba telaah bahwasanya ROS ini memiliki banyak sumber, baik dari dalam tubuh maupun faktor eksternal. Pada faktor eksternal diantaranya adalah polusi, merokok, dan gaya hidup yang tidak sehat. 

Nah faktanya pada jumlah yang terkendali atau dibutuhkan, ROS berperan penting dalam fungsi sperma, seperti kapasitasi dan reaksi akrosom. Namun, jika jumlahnya berlebihan, ROS dapat menyebabkan fragmentasi DNA sperma, mengurangi motilitas sperma, serta menurunkan kualitas dan kuantitas sperma, yang pada akhirnya berdampak pada kesuburan pria. Kira-kira dengan gaya hidup laki-laki yang terjadi di ruang external, ada tidak ya yang dapat menyembuhkan? hal ini tentu berkaitan dengan antioksidan.

Peran Antioksidan dalam Menyeimbangkan ROS

Antioksidan berfungsi sebagai penetralisir ROS, membantu mencegah kerusakan pada sperma. Beberapa antioksidan yang terbukti memiliki efek positif terhadap kualitas sperma meliputi Selenium dan Seng Berperan dalam meningkatkan motilitas dan morfologi sperma.

Asam Lemak Omega-3 yang membantu meningkatkan fluiditas membran sperma dan mengurangi peradangan. Koenzim Q10 (CoQ10) yang berkontribusi dalam produksi energi sperma dan meningkatkan konsentrasi sperma. Dan karnitin yang berperan dalam metabolisme energi sperma dan meningkatkan motilitas sperma.

Meskipun antioksidan dapat bermanfaat bagi kesuburan pria, konsumsi yang berlebihan justru dapat berdampak sebaliknya. Penggunaan suplemen antioksidan dalam dosis tinggi tanpa pengawasan medis dapat mengganggu keseimbangan ROS yang diperlukan untuk fungsi sperma normal. Selain itu, banyak suplemen yang dijual bebas belum terbukti secara ilmiah efektif dalam meningkatkan kesuburan.

Stres oksidatif akibat ketidakseimbangan ROS merupakan salah satu faktor utama dalam infertilitas pria. Meskipun antioksidan dapat membantu meningkatkan kualitas sperma, penggunaan suplemen dalam dosis tinggi harus dilakukan dengan hati-hati. Solusi terbaik untuk menjaga kesuburan pria adalah dengan menerapkan pola makan sehat yang kaya akan antioksidan alami. Dengan pendekatan ini, keseimbangan ROS dapat terjaga dengan baik, sehingga meningkatkan kualitas sperma dan peluang keberhasilan ART.

Daftar pustaka

  • Torres-Arce, E., Vizmanos, B., Babio, N., Marquez-Sandoval, F., & Salas-Huetos, A. (2021). Dietary antioxidants in the treatment of male infertility: counteracting oxidative stress. Biology, 10(3), 241
  • Knudtson, J. F., Sun, F., Coward, R. M., Hansen, K. R., Barnhart, K. T., Smith, J., … & Steiner, A. Z. (2021). The relationship of plasma antioxidant levels to semen parameters: the Males, Antioxidants, and Infertility (MOXI) randomized clinical trial. Journal of assisted reproduction and genetics, 38(11), 3005-3013.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: antioksidan, infertilitas, Pria, sperma

Kenali apa itu Metode PIEZO-ICSI yang dapat Meningkatkan Tingkat Fertilisasi

January 28, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

 

Sister dan paksu adakah yang sudah merencanakan program IVF? atau masih mempertimbagkan banyak hal sebelum memutuskan untuk bayi tabung. Wah pasti sudah banyak informasi yang sudah dicari? salah satunya metode yang ada dalam setiap proses IVF, agar tidak sampai salah, seperti mempertimbangkan PIEZO-ICSI. MDG akan menjelaskan lebih lanjut dalam pembahasan topik kali ini. Baca sampai habis ya

Bagaimana prosedur ICSI dilakukan?

Tahapan dari ICSI berupa, telur yang telah matang akan dipegang menggunakan pipet khusus untuk mengambil sperma, digunakan jarum yang sangat halus, tajam, dan berongga. Jarum kemudian dimasukkan melalui cangkang telur dan sitoplasma telur. Sperma selanjutnya akan disuntikkan ke sitoplasma, kemudian jarum akan dikeluarkan kembali. Pada hari berikutnya, dokter akan melihat apakah pembuahan telah terjadi.

Nah tahapan yang krusial itu kemudian menimbulkan banyak metode terbaru terutama dalam proses pemindahan telur. karena akibat dari ini bisa fatal seperti cacat lahir dan kerusakan pada telur. Lalu ada ngga si metode terbaru yang digunakan oleh dokter untuk menangani proses yang krusial tersebut, salah satunya adalah dapat menggunakan PIEZO-ICSI.

Mengapa memilih metode PIEZO-ICSI?

PIEZO-ICSI adalah teknik ICSI canggih yang meminimalkan kerusakan telur dan meningkatkan tingkat pembuahan telur dibandingkan dengan ICSI konvensional. Sampai saat ini, penelitian menunjukkan bahwa PIEZO-ICSI memiliki tingkat degenerasi telur terendah (1%) dan tingkat pembuahan tertinggi (89%).

Kemudian jika dibandingkan dengan ICSI konvensional, PIEZO-ICSI menggunakan ujung injeksi yang lebih halus dan lebih tumpul daripada tajam, sehingga kemungkinan kerusakan telur berkurang.

Bahkan sebuah temuan penelitian dengan judul “PIEZO-ICSI increases fertilization rates compared with standard ICSI: a prospective cohort study” yang menemukan bahwa PIEZO-ICSI meningkatkan tingkat pembuahan secara signifikan, sehingga meningkatkan jumlah embrio yang tersedia untuk kriopreservasi dibandingkan dengan ICSI standar. 

Meski demikian dalam proses pemilihan program, sister dan paksu harus tetap memastikan berkonsultasi kepada dokter untuk meningkatkan keberhasilan dan meminimalkan risiko sebelum memilih dan menjalani prosedur ini. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • https://www.alphafertilitycentre.com/id/teknologi/piezo-icsi-2#:~:text=Apa%20itu%20PIEZO%2DICSI,sehingga%20kemungkinan%20kerusakan%20telur%20berkurang.
  • https://www.klikdokter.com/info-sehat/reproduksi/mengenal-metode-icsi-untuk-meningkatkan-peluang-punya-anak
  • Zander-Fox, D., Lam, K., Pacella-Ince, L., Tully, C., Hamilton, H., Hiraoka, K., … & Tremellen, K. (2021). PIEZO-ICSI increases fertilization rates compared with standard ICSI: a prospective cohort study. Reproductive biomedicine online, 43(3), 404-412.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bagaimana sel telur wanita diambil, fertilisasi, ICSI, sperma

Pahami Faktor Penyebab DNA Fragmentasi dan penggunaan Magnetic-activated Cell Sorting (MACS) untuk IVF

January 26, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Ternyata banyak dari kasus infertilitas pria yang disebabkan oleh DNA fragmentasi. Hal ini berkaitan dengan kerusakan pada sperma. KIra-kira apa saja ya penyebabnya? dan bagaimana cara untuk menyeleksi sperma yang dianggap berkualitas? MDG akan lebih lanjut membahas untuk sister dan paksu. Baca sampai habis ya!

Mengapa terjadi DNA Fragmentasi?

Fragmentasi DNA sperma, atau fragmentasi sperma, mengacu pada lesi, kerusakan, atau patahan pada materi genetik sperma, dan merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pria. Penyebab fragmentasi DNA ini terbagi menjadi dua yaitu bersifat intrinsik, karena pematangan sperma yang tidak sempurna atau perubahan genetik, atau eksternal atau eksentrik karena kerusakan yang disebabkan oleh kemoterapi, penyakit inflamasi akut dan kronis, dan lain-lain.

Proses kerusakan di bayangkan melalui skema berikut, bahwa DNA sperma dililitkan di sekitar protein histon yang digantikan oleh protamin dasar untuk kondensasi selama spermatogenesis, dimana tekanan torsional DNA untai ganda menghasilkan torehan, yang kemudian dipulihkan dengan penataan ulang kromatin yang tepat. Di suatu tempat, jika torehan ini tidak diperbaiki dengan benar, hal itu dapat mengakibatkan fragmentasi DNA dan infertilitas pada pria. 

Ada dua perbedaan faktor penyebab DNA Fragmentasi, pertama adalah intrinsik dan kedua adalah eksintrik. Pada faktor intrinsik diantaranya adalah Defisiensi rekombinasi selama spermatogenesis, Pematangan Spermatid yang Tidak Normal, Rasio Protamin I dan II, Stres Oksidatif, Varikokel, Infeksi Saluran Genital dan umur seseorang.

Sedangkan pada faktor eksintrik diantaranya adalah Periode Pantang, Selang Waktu dari Ejakulasi, Suhu Penyimpanan dan Kriopreservasi,  Storage Temperature and Cryopreservation, dan faktor lainnya. Dalam proses kehamilan jika ada pasangan yang kemudian di diagnosa kerusakan pada sperma, maka hal yang dapat dilakukan untuk keberhasilan program dapat melakukan MACS

Magnetic-activated Cell Sorting (MACS)

MACS (Magnetic Activated Cell Sorting) adalah teknik immunomagnetic yang memungkinkan pemilihan spermatozoa yang tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau kematian sel (disebut apoptosis), dan karena itu mempertahankan seluruh DNA mereka tetap utuh. 

Kualitas air mani merupakan faktor krusial dalam mencapai kehamilan, karena mempengaruhi pembuahan dan kualitas embrio selanjutnya. Sperma yang rusak ini dapat dikeluarkan dari sampel menggunakan teknik ini karena membrannya mengandung penanda yang dapat dideteksi, sehingga diperoleh fraksi yang bebas dari penanda tersebut dan, oleh karena itu, memiliki kualitas yang lebih baik. selanjutnya sister dan paksu tetap harus skeptis terhadap kasus infertilitas. Terutama pada sperma yang mengalami kerusakan. Informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagaris.id.

Referensi

  • https://www.topdoctors.co.uk/medical-dictionary/sperm-dna-fragmentation
  • https://dralexpolyakov.com.au/sperm-dna-damage-fragmentation-problems-that-evade-the-eyes/
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11152411/

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: dna fragmentasi, sperma

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 7
  • Page 8
  • Page 9
  • Page 10
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Stres, Hormon, dan Infertilitas: Ketika Pikiran dan Tubuh Saling Mempengaruhi Kesuburan
  • Faktor Sederhana yang Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesuburan
  • Nyeri Saat Berhubungan pada Endometriosis: Kenapa Banyak yang Diam dan Tidak Tahu Harus Ke Mana
  • Antioksidan Tidak Selalu Aman: Ketika “Terlalu Sehat” Justru Mengganggu Kesuburan
  • Stres Oksidatif dan Kualitas Sperma: Peran Telomer yang Jarang Dibahas dalam Infertilitas

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.