• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

sperma

Fakta yang perlu Diketahui Bahwa Pola Makan yang Buruk Berdampak pada Kualitas Sperma dan Hidup Jangka Panjang

January 11, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

 

Dalam hal pola makan, beberapa komponen dan nutrisi telah dianggap sebagai penentu fungsi sperma, kesuburan, atau fungsi normal sistem reproduksi, bukti yang terkumpul dari menunjukkan bahwa obesitas pria dan beberapa komponen pola makan dapat memainkan peran penting dalam mengatur spermatogenesis, pematangan sperma, dan kemampuan pembuahan. 

Bayangkan saja jika kehidupan sehari-hari itu berdampak pada masa depan paksu baik untuk diri sendiri ataupun pada masalah lebih spesifik yaitu fertilitas. MDG akan menjelaskan lebih lanjut seperti apa pola hidup ini berdampak. Baca sampai habis ya!

Jenis kandungan Makanan dan penyebab pada Obesitas

Sebuah temuan dari terjadinya obesitas pada pria berkaitan dengan  dengan gangguan reproduksi karena efeknya pada struktur molekul dan fisik sperma. Pola makan yang kaya kalori, asam lemak trans, lemak jenuh atau kolesterol telah dikaitkan dengan gangguan testis, yang melibatkan gangguan dalam spermatogenesis yang berpotensi mempengaruhi kesuburan pria dan keturunannya. 

Sebuah penelitian di Spanyol pada 2011 mengaitkan peningkatan asupan lemak trans dengan penurunan jumlah sperma melansir Heart.org. Lemak trans sendiri seringkali digunakan untuk memperpanjang umur simpan sebuah produk makanan atau sering disebut sebagai bahan pengawet. Bahkan sperma dengan kadar asam lemak trans tinggi dikaitkan dengan konsentrasi sperma yang lebih rendah.

Berkaitan dengan makanan ada sebuah temuan penelitian dengan judul “The relationship between major dietary patterns and fertility status in iranian men: a case–control study” bahwa dari empat pola makan utama termasuk pola makan sehat, Barat, campuran, dan tradisional. Studi tersebut menunjukkan bahwa kepatuhan yang lebih besar pada pola makan sehat mungkin memiliki hubungan terbalik dengan kemungkinan infertilitas sedangkan pada pola makan Barat dan campuran mungkin dikaitkan dengan peningkatan risiko infertilitas. 

Lalu Seperti apa Langkah yang dapat dilakukan?

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi serat mengurangi kadar estrogen plasma dengan mengikat langsung estrogen tak terkonjugasi, melihat bagaimana kadar estrogen plasma yang rendah pada pria sangat penting untuk kesuburan normal.

Dengan membuat perubahan kecil namun konsisten dalam pola makan, paksu dapat memaksimalkan peluang hidup yang lebih sehat dan sejahtera. Karena, seperti pepatah yang mengatakan, “Apa yang kita makan hari ini adalah investasi bagi kesehatan kita di masa depan.” Jadi, pilihlah dengan bijak, demi kehidupan yang lebih berkualitas, bisa dimulai dengan mengecek kandungan lemak setiap makanan pada kemasan makanan dan langkah kecil lain, karena ini semua baik untuk paksu dan sister juga untuk generasi mendatang.

Referensi

  • Salas-Huetos, A., Bulló, M., & Salas-Salvadó, J. (2017). Dietary patterns, foods and nutrients in male fertility parameters and fecundability: a systematic review of observational studies. Human reproduction update, 23(4), 371-389.
  • Haeri, F., Pourmasoumi, M., Ghiasvand, R., Feizi, A., Salehi-Abargouei, A., Marvast, L. D., … & Mirzaei, M. (2021). The relationship between major dietary patterns and fertility status in iranian men: a case–control study. Scientific Reports, 11(1), 18861.
  • https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20211025125439-260-711948/5-pantangan-makanan-yang-harus-dihindari-untuk-kesuburan-pria#:~:text=3.%20Lemak%20trans&text=Kekhawatiran%20utama%20dari%20para%20peneliti,konsentrasi%20sperma%20yang%20lebih%20rendah.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: fertilitas, makanan, nutrisi, pola hidup, sperma

Tau nggak sih ternyata Fakta Bersepeda terlalu banyak menyebabkan ketidaknormalan morfologi sperma

January 10, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Latihan olahraga menjadi salah satu yang solusi hidup sehat bagi sebagian orang, ia kemudian menjadi gaya hidup untuk meningkatkan kesehatan secara umum dan bahkan dalam konteks fertilitas. Akan tetapi, sister dan paksu perlu tahu olahraga yang dilakukan secara tidak tepat atau berlebihan, dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. MDG pada kesempatan ini akan membahas lebih spesifik olahraga bersepeda. Baca sampai habis ya!

Bagaimana Morfologi Sperma dianggap Normal?

Morfologi sperma mengacu pada ukuran dan bentuk sperma. Idealnya, sperma akan memiliki bentuk normal yang memungkinkannya bergerak melalui saluran reproduksi dan menembus sel telur secara efektif.

Bentuk normal berarti, Kepala sperma harus berbentuk oval dengan panjang 5 hingga 6 μm dan lebar 2,5 hingga 3,5 μm. Bagian tengah atau leher harus berukuran panjang 4 hingga 5 μm. Flagel atau ekor harus berukuran panjang sekitar 50 μm. Sperma harus memiliki akrosom normal, struktur seperti tutup di atas kepala sperma. Akrosom mengandung enzim yang membantu sperma menembus sel telur. Sperma yang memiliki masalah morfologi mungkin memiliki kepala yang cacat, kepala yang terlalu besar, dua ekor, atau cacat lainnya.

Olahraga berlebih dan Dampak pada Infertilitas 

Faktanya, secara umum diterima bahwa, pada atlet elit, latihan olahraga mungkin lebih merugikan daripada menguntungkan, yang memicu kerusakan multisistemik seperti otot, osteoartikular, jantung, dll. 2-6. Fungsi reproduksi telah dinilai pada atlet terkait dengan kemungkinan efek negatifnya. Karena gejala yang jelas (menarche tertunda, amenore, oligomenore), para peneliti menduga adanya hubungan antara latihan dan fungsi reproduksi pada atlet. Lebih spesifik salah satunya adalah olahraga bersepeda. 

Sebuah penelitian bahkan mengaitkan olahraga yang berlebih dengan kualitas sperma, sebuah temuan dari Vaamonde dengan judul “Sperm morphology normalcy is inversely correlated to cycling kilometers in elite triathletes” menemukan bahwa volume bersepeda yang tinggi, terutama di atas 300 km/minggu, merugikan morfologi sperma, dan bahkan dapat menyebabkan gangguan serius pada kesuburan pria.

Meski demikian paksu tetap dapat melakukan aktivitas bersepeda setidaknya dengan menerapkan hal-hal berikut, pertama pilihlah sadel yang tepat dan nyaman. Sadel yang dianjurkan adalah sadel yang cukup lebar sehingga memungkinkan terjadinya kontak antara bagian belakang sadel dengan ujung tulang duduk. Gunakan celana bersepeda yang memiliki bantalan (padded) sehingga dapat mengurangi benturan ke daerah testis. Ubah sedikit posisi duduk di sepeda setiap 10 menit bersepeda atau condongkan ujung sadel sedikit ke bawah sehingga penekanan pada testis berkurang. Apabila terdapat opsi dalam memilih rute, sebisa mungkin hindari rute yang melibatkan jalanan yang berbatu atau yang berpotensi menimbulkan goncangan dan hentakan antara sadel dan badan. Apabila terjadi hentakan atau goncangan di sepeda, paksu juga dapat sedikit mengangkat badan atau mengurangi tekanan badan pada sadel sehingga gaya benturan tidak sepenuhnya diteruskan. 

Meskipun bersepeda bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat, tentu paksu dan sister harus menjaga keseimbangan melalui efektivitas dengan tidak berlebih melakukan olahraga terutama bersepeda. Berolahraga dengan bijak dan tidak berlebihan sangat penting untuk menjaga kualitas sperma dan kesuburan secara keseluruhan. 

Referensi

  • Vaamonde, D., Da Silva-Grigoletto, M. E., García-Manso, J. M., Cunha-Filho, J. S., & Vaamonde-Lemos, R. (2009). Sperm morphology normalcy is inversely correlated to cycling kilometers in elite triathletes. Revista Andaluza de Medicina del Deporte, 2(2), 43-46.
  • https://www-givelegacy-com.translate.goog/resources/what-is-normal-sperm-morphology/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge#:~:text=Morfologi%20sperma%20mengacu%20pada%20ukuran,membantu%20sperma%20menembus%20sel%20telur.
  • https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/perawatan-pria/apakah-bersepeda-menurunkan-kesuburan-pria

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bersepeda, IVF, morfologi, olahraga, pejuang dua garis, sperma

Ternyata Jenis makanan Berikut Penting dalam Meningkatkan Morfologi Sperma

January 7, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Dari banyaknya tes sperma, yang paling penting tentu ukuran morfologi sperma, dimana ia merupakan penentu karena tes melibatkan bentuk sperma dari kepala hingga ekor, dengan begitu sangat penting bukan mengetahui bagaimana secara utuh sebuah sperma. MDG akan membahas lebih lanjut bagaimana mendorong kenormalan morfologi sperma melalui makanan yang paksu konsumsi. Baca sampai habis ya!

Penentu Fertilitas dipengaruhi Morfologi Sperma yang Normal

Morfologi sperma adalah keseluruhan bentuk sperma yang telah dilakukan proses pengecatan dan bentuk normalnya didasarkan pada kriteria Kruger. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat bentuk sperma dan menentukan persentase bentuk abnormal dari kepala sampai ekor. Abnormalitas morfologi sperma berdasarkan dampaknya dibagi menjadi 2 yaitu mayor dan minor. 

Sedangkan waktu terjadinya dibedakan menjadi primer dan sekunder. Abnormalitas primer terjadi pada bagian kepala, bersifat genetis dan berdampak mayor terhadap fertilitas, sedangkan abnormalitas sekunder terjadi pada bagian ekor dan mudah terseleksi pada pengujian motilitas.

Normalnya dianggap morfologi normal jika diatas 14%, bahkan dalam sebuah penelitian dengan judul “In vitro fertilization and pregnancy rates: the influence of sperm motility and morphology on IVF outcome” Penelitian dilakukan dalam melihat perbedaan signifikan dalam parameter motilitas dan persentase morfologi normal pada sampel yang mencapai ≥50% fertilisasi dibandingkan dengan ≤50% fertilisasi dan antara sampel yang mencapai kehamilan dibandingkan dengan yang tidak. Ditemukan adanya korelasi positif signifikan antara persentase motilitas progresif, kecepatan gerakan sperma, dan parameter morfologi serta IVF dan kehamilan. Dan memiliki hasil parameter motilitas sperma dan persentase morfologi normal merupakan faktor signifikan dalam memprediksi tingkat fertilisasi dan kehamilan pada IVF.

Morfologi Sperma Normal Melalui Pola Makan dan nutrisi 

Ternyata Ikan, kerang dan makanan laut, unggas, sereal, sayuran dan buah-buahan, susu rendah lemak dan susu skim berhubungan positif dengan beberapa parameter kualitas sperma.

Lalu apa saja secara spesifik jenis sayur dan buah ini, diantaranya adalah bawang putih yang mengandung vitamin B6 yang dapat mengatur hormon dan kesehatan sperma dan kandungannya berupa s-allyl cysteine yang dapat meningkatkan produksi hormon testosteron bahkan allicin yang membantu melindungi sperma dari kerusakan.

Selanjutnya ada biji-bijian yang dipastikan hadir sebagai antioksidan, pisang juga mengandung vitamin B1, C dan A membantu testis dalam menghasilkan sperma yang sehat bahkan secara mengejutkan vitamin C nya dapat meningkatkan jumlah, motilitas, dan morfologi sperma.  Makanan lain yang mudah sister dan paksu temui ada telur ia dapat meningkatkan jumlah motilitas dan morfologi sperma, karena ia mengandung protein dan omega-3 juga vitamin E. 

Wah bagaimana setelah mengetahui fakta tersebut, apakah sister dan paksu berniat untuk meningkatkan motilitas dan morfologi sperma melalui makanan yang kaya mengandung vitamin itu? tentu ini bukan satu-satunya cara, namun tidak salah untuk dicoba bukan? karena tidak hanya sperma saja yang sehat namun semua anggota tubuh juga dipastikan akan sehat. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Oehninger, S., & Kruger, T. F. (2021). Sperm morphology and its disorders in the context of infertility. F&S Reviews, 2(1), 75-92.
  • Eilish, T. D. (1998). In vitro fertilization and pregnancy rates: the influence of sperm motility and morphology on IVF outcome. Fertil Steril, 70, 305-314.
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10258567/
  • https://labkes.jogjaprov.go.id/artikel/detail/hubungan-morfologi-dan-motilitas-sperma-pada-pemeriksaan-analisa-sperma

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bawang putih, morfologi, motilitas, pisang, sperma

Kenali Prosedur Tubal Ligation Reversal Sebelum Melakukan Vasektomi

December 22, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Operasi reversal ligasi tuba hadir sebagai salah satu prosedur yang dirancang untuk mengembalikan kesuburan pada wanita yang sebelumnya telah menjalani ligasi tuba, yaitu metode pembedahan kontrasepsi permanen. MDG akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana prosedur ini dilakukan, baca sampai habis ya!

Kapan seseorang Melakukan Ligasi Tuba?

Proses ini dilakukan sebagai metode kontrasepsi, proses ini juga dikenal sebagai “having your tubes tied“, ia merupakan tindakan memotong atau menyumbat tuba falopi. Dimana pembuahan, tempat sperma dan sel telur menyatu yang dan terjadi di tuba falopi. Jika tuba tersumbat, sperma dan sel telur tidak dapat bertemu, sehingga kehamilan menjadi tidak mungkin. lalu bagaimana jika pasangan ingin hamil di kemudian hari?, dalam hal ini maka diperlukan proses pembalikan ligasi tuba atau disebut dengan tubal ligation reversal

Seperti apa Prosedur Tubal Ligation Reversal

Dengan pembalikan ligasi tuba, dokter bedah memperbaiki atau menyambungkan kembali tuba fallopi. Prosedur ini memungkinkan sel telur seseorang untuk kembali bergerak melalui tuba dan masuk ke rahim untuk pembuahan. Tentu saja prosedur ini tidak dapat dilakukan ke semua pengguna.

Dokter akan meninjau riwayat sister terlebih dahulu, karena tidak semua orang merupakan kandidat yang baik untuk pembalikan. Hal ini dipengaruhi oleh salah satunya adalah faktor umur, kemudian sudah lama sejak ligasi tuba, atau jika tuba rusak, memiliki risiko genetik. Pada kasus tersebut yang dilakukan adalah IVF untuk pilihan yang lebih baik.

Hal tersebut dilakukan melalui kamera laparoskopi, ia hadir berupa kamera kecil yang dimasukkan ke perut melalui sayatan kecil (potongan). Ketika dokter melihat bahwa sister memiliki cukup tuba fallopi yang tersisa untuk membalikkan ligasi tuba, dan semuanya tampak sehat, prosedur selanjutnya adalah akan dilakukan pembedahan. Meski demikian terkadang pembedahan harus dibatalkan karena tuba dalam kondisi yang sangat buruk sehingga kehamilan tidak mungkin terjadi dengan pembalikan.

Sedangkan dalam proses pembedahan dokter akan mengangkat bagian tuba falopi  yang paling rusak dan perangkat yang tersisa dari ligasi tuba, seperti klip atau cincin. Mereka kemudian akan menggunakan jahitan yang sangat kecil untuk menyambungkan kembali ujung tuba falopi yang tidak rusak. (Jahitan ini sering kali berdiameter 1/3 dari rambut manusia, jadi sangat halus.)

Setelah tuba disambungkan kembali, dokter bedah akan menyuntikkan pewarna melalui rahim ke dalam tuba. Jika pewarna tumpah keluar dari ujung tuba, itu berarti tuba telah berhasil disambungkan kembali.

Setelah mengetahui proses tersebut, disisi lain operasi reversal ligasi tuba menawarkan harapan bagi sister yang ingin hamil setelah menjalani sterilisasi. Namun disisi lain perlu tinjauan lebih lanjut karena tidak semua yang melakukan prosedur ini dapat melangsungkan. Untuk itu penting bagi sister dan paksu untuk berkonsultasi dengan spesialis kesuburan untuk mengeksplorasi pilihan sister dan paksu secara menyeluruh. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://positivestepsfertility.com/fertility-treatment/tubal-reversal/
  • https://www.alodokter.com/ternyata-ada-risiko-kontrasepsi-tubektomi-bagi-wanita

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: falopi, kontrasepsi, pejuang dua garis, sperma

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 8
  • Page 9
  • Page 10

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.