• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Artikel Pejuang Dua Garis

Fertility Bootcamp MDG & Morula: Dua Hati, Satu Mimpi Menuju Dua Garis Sesi Akhir Berjalan Meriah dan Menyentuh

February 17, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Surabaya, 16 Februari 2025 – Sesi terakhir Fertility Bootcamp MDG & Morula sukses digelar di Mileu Space Surabaya dengan penuh kemeriahan dan momen mengharukan. Acara ini menjadi penutup dari rangkaian program edukasi dan dukungan bagi pasangan yang tengah berjuang mendapatkan keturunan. Dengan konsep unik dan interaktif, acara ini menggabungkan fertility talk show, healthy cooking class, scrapbook making, serta free konsultasi bersama para dokter ahli.

Acara ini menghadirkan dua dokter spesialis dari Morula, yaitu Dr. Jimmy Yanuar Annas, Sp. O.G, Subsp. F.E.R dan Dr. Benediktus Arifin, MPH, SpOG (K), FICS, serta Chef Ken, yang berbagi wawasan dan keterampilan seputar gaya hidup sehat untuk mendukung program kehamilan.

Antusiasme Tinggi dari Peserta Online dan Offline

Acara dibuka oleh dua Bumin dari MDG dan dilanjutkan oleh Mizz Rosie, Founder MDG. Tidak hanya dihadiri secara langsung, acara ini juga menarik perhatian peserta dari berbagai penjuru Indonesia melalui siaran online. Tercatat sekitar 263 peserta bergabung secara virtual, menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi di kolom chat dan mengikuti sesi memasak bersama pasangan.

Dalam sesi healthy cooking class, Chef Ken dengan penuh semangat membimbing peserta dalam memasak menu sehat, baik secara langsung maupun daring. Sementara itu, dalam sesi talk show dan konsultasi, para peserta berkesempatan bertanya langsung kepada dokter mengenai berbagai permasalahan kesuburan. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain “Dok, apakah jika hasil HSG dinyatakan paten setelah laparoskopi sekitar 6 tahun lalu, perlu dilakukan HSG ulang?”, “Jika mengalami hidrosalping bilateral, apakah harus menggunakan program IVF long protocol? Berapa persen tingkat keberhasilannya jika rahim, sel telur, dan sperma dalam kondisi baik?” dan “Dok, mengapa setelah sperma diperiksa untuk inseminasi, hasilnya menunjukkan asthenozoospermia padahal morfologinya 4% dengan total sperma 136.5×10/ejakulat? Apakah ini normal?”

Momen Haru dan Inspiratif

Acara ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menjadi ruang berbagi bagi para peserta. Banyak peserta yang terharu hingga meneteskan air mata karena merasa mendapatkan dukungan moral yang kuat. Misi MDG untuk menghadirkan komunitas yang saling mendukung dan berbagi kasih pun tersampaikan dengan baik.
Sebagai sesi penutup Fertility Bootcamp MDG & Morula, acara ini menjadi bukti bahwa edukasi dan komunitas yang solid dapat membantu para pasangan dalam perjalanan mereka menuju kehamilan. MDG berharap dapat terus menghadirkan acara inspiratif lainnya di masa depan. Untuk informasi lebih lanjut dan acara selanjutnya, follow Instagram @menujuduagaris.id. Sampai jumpa di event berikutnya!

Tentang MDG (Menuju Dua Garis) adalah komunitas yang berfokus pada edukasi dan dukungan bagi pasangan yang sedang berjuang untuk mendapatkan keturunan. Dengan berbagai program, MDG berkomitmen untuk memberikan informasi yang terpercaya dan menjadi ruang berbagi bagi para pejuang dua garis.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: MDG, menuju dua garis, pejuang dua garis, press release

Sindikat China yang Melakukan Jual beli Sel Telur, Apakah berdampak bagi tubuh Perempuan Di masa yang akan Datang?

February 17, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Baru-baru ini dunia dihebohkan dengan berita praktek jual beli sel telur. Apakah sister dan paksu juga sempat membaca? sebagai pejuang dua garis terutama dengan spesifik kasus low AMH seringkali dapat membayangkan bagaimana mendapatkan donor sel telur. Sayangnya di Indonesia praktek ini masih dalam kategori ilegal loh. 

Menurut undang-undang UU Kesehatan dan peraturan pelaksananya PP 28/2024 telah menegaskan inseminasi buatan/reproduksi buatan hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan disertai hasil pemeriksaan medis mengalami ketidaksuburan atau infertilitas untuk memperoleh keturunan.

Melihat undang-undang tersebut bahwasanya adanya larangan untuk menerima donor sperma dari orang lain selain dari suami sendiri, atau penggunaan ovum dari orang lain selain dari istri sendiri. MDG pada akan membahas lebih lanjut terutama menyoroti kesehatan perempuan di masa depan jika melakukan donor sel telur.

Bagaimana Dunia Memandang Program Sel Telur?

Ternyata menurut beberapa penelitian bahwasanya tidak ada transparansi yang diberikan terkait dampak jangka panjang, sebuah penelitian dengan judul “Tempting Luck: Temporalities and Risk Anticipation among Egg Donors in Spain” Berdasarkan penelitian etnografi di Barcelona dengan donor sel telur dan profesional IVF, terjadi fenomena yang disebut “temporal choreography” untuk menjelaskan bagaimana praktik klinis membatasi informasi yang diberikan kepada donor. Mereka ditempatkan dalam “temporal stasis“, di mana potensi risiko masa depan dari donasi diabaikan, dan pertimbangan terkait penggunaan sel telur di masa mendatang dihilangkan.

Padahal ada yang paling penting diantaranya adalah kondisi yang berkaitan dengan kehidupan donor, yang umumnya masih muda dan secara ekonomi tidak stabil. Koreografi ini berperan dalam kesuksesan industri donasi sel telur di Spanyol, yang terbesar di Eropa. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana tubuh tertentu diarahkan untuk mengantisipasi risiko dan melihat kesuburan sebagai perawatan diri, sementara yang lain justru didorong untuk mengabaikan risiko demi keuntungan finansial jangka pendek.

Efek Jangka Panjang Bagi Pendonor

Setelah melihat temuan diatas, dapat dibayangkan bagaimana masih belum banyak temuan medis yang dilakukan terkait dengan menyoroti dampak jangka panjang pada pendonor sel telur. Melihat bagaimana prosedur ini terlihat cukup mudah, prosedur ini tidak disarankan bagi wanita. Pasalnya, belum diketahui apa yang menjadi efek jangka panjang bagi wanita. Selama pelaksanaan prosedur ini, beberapa wanita mungkin akan mengalami pendarahan ketika dokter memasukkan jarum ke dalam ovarium mereka.

Prosedur ini juga bisa saja mengakibatkan kerusakan pada usus, kandung kemih, atau pembuluh darah, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi. Infeksi bisa saja terjadi setelah pengangkatan sel telur. Dalam kasus yang parah dan membutuhkan rawat inap, gejala yang ditimbulkan meliputi sakit perut, muntah, kesulitan bernapas, dan pertambahan berat badan yang cepat. Bagaimana sister dan paksu apakah sudah tercerahkan? untuk informasi menarik lainnya dapat di akses di Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Molas, A., & Whittaker, A. (2024). Tempting luck: Temporalities and risk anticipation among egg donors in Spain. Science, Technology, & Human Values, 49(6), 1256-1280.
  • https://www.hukumonline.com/klinik/a/sahkah-donor-sperma-di-indonesia-lt62aad2cc18f9d/
  • https://www.halodoc.com/artikel/donor-sel-telur-bagaimana-efek-jangka-panjangnya-bagi-wanita?srsltid=AfmBOoqRVbeQXz8efzZwK8sk-UoAQPsr_cMHugvrjvUqLdH0ng1YLc1z

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: cina, donor, IVF, Sel telur

Kenali Diet Mediterania vs Pola makan Sehat, Mana Lebih Efektif?

February 16, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Banyak yang bilang pola makan bisa ngaruh ke kesuburan, tapi sebenarnya diet seperti apa sih yang paling efektif? Apakah diet mediterania atau pola makan sehat. Keduanya kaya akan nutrisi, tapi apakah benar bisa meningkatkan peluang kehamilan? nah MDG kali ini akan membahas diet dan juga pola makan sehat untuk sister dan paksu yang dapat diterapkan nantinya, baca sampai habis ya!

Apa sih yang disebut Diet Mediterania 

Diet mediterania adalah pola makan yang didasarkan pada masakan tradisional Yunani, Italia, Spanyol dan negara-negara lain yang berbatasan dengan Laut Mediterania. yang termasuk dalam komponen makanan diet mediterania adalah makanan nabati, seperti biji-bijian utuh, sayuran, polong-polongan, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, bumbu, dan rempah-rempah, merupakan dasar dari pola makan ini. Minyak zaitun juga menjadi sumber utama lemak tambahan.

Untuk diet mediterania juga ada yang harus dikurangi konsumsinya seperti ikan, makanan laut, susu, dan unggas termasuk dalam makanan yang harus dibatasi jumlah sedang. Daging merah dan makanan manis hanya boleh dimakan sesekali.

Sebuah studi dengan mengelompokkan pola makan jadi tiga kategori: Mediterania, Sehat, dan Tidak Sehat. Mendapatkan hasil bahwa diet Mediterania, yang kaya buah, sayur, ikan, dan lemak sehat, dikaitkan dengan peluang kehamilan lebih tinggi dalam ART. Selain diet mediterania ada juga pola makan sehat. Pola makan biasanya menjadi salah satu pilihan dari para pasangan untuk mendukung kesuksesan program hamil. 

Apa itu Pola Makan Sehat?

Pola makan sehat adalah perilaku mengkonsumsi makan dengan gizi seimbang guna menjaga kesehatan tubuh. Seperti yang diketahui, pola makan seseorang sangat berpengaruh pada kondisi tubuhnya.

Sedangkan pola makan sehat, seperti ProFertilitas juga menunjukkan dampak positif baik untuk ART maupun kehamilan alami. Sementara itu, pola makan tidak sehat yang tinggi gula, lemak jenuh, dan olahan berdampak berdampak negatif pada kesuburan.

Meski demikian, ternyata pola makan Sehat itu variatif, jadi tentu sister dan paksu harus lebih selektif. Meski sebuah studi menunjukkan bahwa pola makan berperan dalam kesuburan, tapi masih harus disesuaikan dengan apa yang sister dan paksu hadapi. 

Jadi, udah mulai mikirin asupan makananmu, sister? jangan lupa untuk tetap mengkonsumsi sesuai dengan porsi dan disesuaikan dengan kebutuhan sister dan paksu, jangan sampai salah langkah ya! jika perlu juga dapat berkonsultasi dengan dokter. Informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Daftar Pustaka

  • Winter, H. G., Rolnik, D. L., Mol, B. W., Torkel, S., Alesi, S., Mousa, A., … & Moran, L. J. (2023). Can dietary patterns impact fertility outcomes? A systematic review and meta-analysis. Nutrients, 15(11), 2589.
  • https://www.halodoc.com/kesehatan/diet-mediterania
  • https://kumparan.com/kabar-harian/pola-makan-sehat-pengertian-dan-cara-menerapkannya-1x1ByALytWC

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: diet, kesehatan, mediterania, pola hidup, sehat

Ketahui Peran Antioksidan dalam Mengatasi Infertilitas Pria

February 14, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Infertilitas mempengaruhi sekitar 15% populasi, salah satu faktor infertilitas adalah faktor pria yang tentu saja bertanggung jawab atas sekitar 25–30% kasus. Salah satu penyebab utama infertilitas pria adalah stres oksidatif, yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara spesies oksigen reaktif (ROS) dan kemampuan tubuh untuk menetralkannya dengan antioksidan. 

Faktanya stres oksidatif dapat merusak kualitas sperma dan berdampak negatif pada keberhasilan teknik reproduksi berbantuan seperti IVF. MDG pada kesempatan kali ini ingin ini membahas peran ROS dalam infertilitas pria, dampaknya terhadap kualitas sperma, serta bagaimana pola makan dan asupan antioksidan dapat membantu mengatasi masalah ini. Baca sampai habis ya!

Spesies Oksigen Reaktif (ROS) dan Dampaknya pada Kesuburan Pria

Mengapa ini disambungkan ke infertilitas pria? karena jika kita coba telaah bahwasanya ROS ini memiliki banyak sumber, baik dari dalam tubuh maupun faktor eksternal. Pada faktor eksternal diantaranya adalah polusi, merokok, dan gaya hidup yang tidak sehat. 

Nah faktanya pada jumlah yang terkendali atau dibutuhkan, ROS berperan penting dalam fungsi sperma, seperti kapasitasi dan reaksi akrosom. Namun, jika jumlahnya berlebihan, ROS dapat menyebabkan fragmentasi DNA sperma, mengurangi motilitas sperma, serta menurunkan kualitas dan kuantitas sperma, yang pada akhirnya berdampak pada kesuburan pria. Kira-kira dengan gaya hidup laki-laki yang terjadi di ruang external, ada tidak ya yang dapat menyembuhkan? hal ini tentu berkaitan dengan antioksidan.

Peran Antioksidan dalam Menyeimbangkan ROS

Antioksidan berfungsi sebagai penetralisir ROS, membantu mencegah kerusakan pada sperma. Beberapa antioksidan yang terbukti memiliki efek positif terhadap kualitas sperma meliputi Selenium dan Seng Berperan dalam meningkatkan motilitas dan morfologi sperma.

Asam Lemak Omega-3 yang membantu meningkatkan fluiditas membran sperma dan mengurangi peradangan. Koenzim Q10 (CoQ10) yang berkontribusi dalam produksi energi sperma dan meningkatkan konsentrasi sperma. Dan karnitin yang berperan dalam metabolisme energi sperma dan meningkatkan motilitas sperma.

Meskipun antioksidan dapat bermanfaat bagi kesuburan pria, konsumsi yang berlebihan justru dapat berdampak sebaliknya. Penggunaan suplemen antioksidan dalam dosis tinggi tanpa pengawasan medis dapat mengganggu keseimbangan ROS yang diperlukan untuk fungsi sperma normal. Selain itu, banyak suplemen yang dijual bebas belum terbukti secara ilmiah efektif dalam meningkatkan kesuburan.

Stres oksidatif akibat ketidakseimbangan ROS merupakan salah satu faktor utama dalam infertilitas pria. Meskipun antioksidan dapat membantu meningkatkan kualitas sperma, penggunaan suplemen dalam dosis tinggi harus dilakukan dengan hati-hati. Solusi terbaik untuk menjaga kesuburan pria adalah dengan menerapkan pola makan sehat yang kaya akan antioksidan alami. Dengan pendekatan ini, keseimbangan ROS dapat terjaga dengan baik, sehingga meningkatkan kualitas sperma dan peluang keberhasilan ART.

Daftar pustaka

  • Torres-Arce, E., Vizmanos, B., Babio, N., Marquez-Sandoval, F., & Salas-Huetos, A. (2021). Dietary antioxidants in the treatment of male infertility: counteracting oxidative stress. Biology, 10(3), 241
  • Knudtson, J. F., Sun, F., Coward, R. M., Hansen, K. R., Barnhart, K. T., Smith, J., … & Steiner, A. Z. (2021). The relationship of plasma antioxidant levels to semen parameters: the Males, Antioxidants, and Infertility (MOXI) randomized clinical trial. Journal of assisted reproduction and genetics, 38(11), 3005-3013.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: antioksidan, infertilitas, Pria, sperma

Ketahui Dampak dari Stres Oksidatif pada Kehamilan

February 13, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Kehamilan secara alami juga memiliki kerentanan terhadap kegagalan akibat respons inflamasi sistemik, yang mengarah pada peningkatan kadar spesies oksigen reaktif (ROS) dan spesies nitrogen reaktif (RNS) dalam darah. Walaupun ROS dan RNS memiliki peran penting dalam pensinyalan seluler, ketidakseimbangan dalam produksinya dapat menyebabkan komplikasi kehamilan yang serius. 

MDG sudah membahas sebelumnya terkait inflamasi, jadi pembahasan ini adalah pembahasan lebih mendalam dan fokus dengan adanya kasus inflamasi, stress oksidatif khususnya yang rawan terjadi pada kehamilan. Jadi baca sampai habis ya!

Mekanisme Stres Oksidatif dalam Kehamilan

Selama kehamilan, tubuh mengalami peningkatan produksi ROS dan RNS yang, jika tidak dikendalikan, dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan. OS dapat mempengaruhi fungsi plasenta, mengganggu suplai nutrisi dan oksigen ke janin, serta berkontribusi pada berbagai komplikasi kehamilan. Untuk mengatasi peningkatan OS, tubuh bergantung pada mekanisme pertahanan enzimatik dan non-enzimatik, yang melibatkan elemen jejak penting seperti:

  • Tembaga (Cu) – Mendukung enzim antioksidan dalam mengatasi radikal bebas.
  • Seng (Zn) – Berperan dalam stabilisasi membran sel dan aktivitas enzim antioksidan.
  • Mangan (Mn) – Berkontribusi pada aktivitas superoksida dismutase (SOD).
  • Selenium (Se) – Komponen utama dari glutathione peroksidase (GPx), enzim penting dalam pertahanan antioksidan.

Dampak Stres Oksidatif terhadap Kehamilan

Peningkatan OS yang tidak terkendali selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan, di antaranya:

  • Preeklamsia – Ditandai dengan hipertensi dan disfungsi endotel akibat ketidakseimbangan oksidatif.
  • Resorpsi embrionik dan keguguran berulang – OS dapat menyebabkan kegagalan implantasi dan kematian embrio.
  • Anomali perkembangan janin – Kerusakan oksidatif dapat mengganggu perkembangan organ janin.
  • Pembatasan pertumbuhan intrauterin (IUGR) – OS dapat menghambat pertumbuhan janin akibat suplai nutrisi yang tidak optimal.
  • Kematian janin – Dalam kondisi ekstrem, stres oksidatif yang parah dapat menyebabkan kematian janin dalam kandungan.

Stres oksidatif memiliki peran penting dalam kehamilan, baik dalam proses fisiologis normal maupun patologi kehamilan. Keseimbangan antara ROS, RNS, dan sistem antioksidan sangat menentukan keberhasilan kehamilan. Untuk itu setidaknya baik sister dan paksu sangat baik sekali jika mulai mengkonsumsi anti oksidan. Wah menarik bukan MDG akan membahas pada kesempatan selanjutnya jadi jangan lupa untuk follow Instagram kita di @menujuduagaris.id

Referensi

  • Grzeszczak, K., Łanocha-Arendarczyk, N., Malinowski, W., Ziętek, P., & Kosik-Bogacka, D. (2023). Oxidative stress in pregnancy. Biomolecules, 13(12), 1768.
  • Chiarello, D. I., Abad, C., Rojas, D., Toledo, F., Vázquez, C. M., Mate, A., … & Marín, R. (2020). Oxidative stress: Normal pregnancy versus preeclampsia. Biochimica et Biophysica Acta (BBA)-Molecular Basis of Disease, 1866(2), 165354.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: anti oksidan, hamil, inflamasi, kegagalan

Berbicara tentang Infertilitas sebagai Masalah Kesehatan Global yang Terabaikan

February 12, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Infertilitas faktanya hadir sebagai salah satu isu kesehatan reproduksi yang sering diabaikan dalam penelitian dan kebijakan global, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. 

Sementara ini banyak yang menyoroti angka fertilitas yang tinggi, akses terbatas terhadap kontrasepsi, serta kebutuhan keluarga berencana yang belum terpenuhi, infertilitas justru sering dikesampingkan dari diskusi kesehatan reproduksi. Padahal, diperkirakan ada sekitar 48 juta pasangan dan 186 juta individu di seluruh dunia yang mengalami infertilitas. Wah mengapa begitu ya?

Infertilitas dalam Kebijakan Kesehatan Reproduksi

Infertilitas bukanlah isu baru dalam kesehatan global. Pada Konferensi International Conference on Population and Development (ICPD) tahun 1994 di Kairo, infertilitas diakui sebagai bagian dari program aksi kesehatan reproduksi yang komprehensif. Namun, dalam pertemuan ICPD25 tahun 2019 di Nairobi dan laporan Komisi tingkat tinggi tahun 2021, infertilitas tidak lagi disebutkan secara eksplisit.

Kemajuan dalam teknik reproduksi berbantuan, seperti fertilisasi in-vitro (IVF) yang pertama kali berhasil pada tahun 1978, masih belum dapat diakses secara luas. Bahkan di negara berpenghasilan tinggi, teknologi ini masih tergolong mahal dan sulit dijangkau. Upaya untuk memperluas akses terhadap teknologi ini di negara berkembang juga masih sangat terbatas.

Hambatan dalam Perhatian dan Kebijakan

Minimnya perhatian terhadap infertilitas dalam kebijakan nasional dan internasional disebabkan oleh beberapa faktor utama, di antaranya:

  1. Prioritas Kesehatan Lainnya – Fokus utama banyak negara adalah mengatasi kelebihan populasi, pengendalian kelahiran, serta masalah kesehatan lain seperti penyakit menular dan tingginya angka kematian ibu.
  2. Keterbatasan Sumber Daya – Investasi dalam perawatan fertilitas dianggap mahal dan sulit dibenarkan dalam konteks kesehatan masyarakat yang lebih luas.
  3. Dampak Sosial dan Psikologis – Ketidaksuburan dapat menyebabkan stigma sosial, pengucilan, kecemasan, depresi, serta rendahnya harga diri, terutama dalam budaya yang sangat menekankan peran perempuan sebagai ibu.

Infertilitas dan Kekerasan Terhadap Perempuan

Ketidaksuburan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memiliki konsekuensi sosial yang serius. Sebuah studi oleh Yuanyuan Wang dkk. dalam The Lancet Global Health menunjukkan bahwa wanita infertil di negara berpenghasilan rendah dan menengah lebih rentan mengalami kekerasan pasangan intim (KDRT). Setidaknya satu dari tiga wanita infertil mengalami kekerasan dalam 12 bulan terakhir, sementara hampir setengahnya mengalami kekerasan sepanjang hidup mereka. Bentuk kekerasan yang paling umum adalah kekerasan psikologis, diikuti oleh kekerasan fisik, seksual, dan pemaksaan ekonomi.

Infertilitas bukan hanya masalah kesehatan reproduksi, tetapi juga isu sosial yang mempengaruhi kesejahteraan individu dan hubungan keluarga. Sudah saatnya dunia memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ini dan mencari solusi yang inklusif serta berkelanjutan bagi mereka yang terkena dampaknya. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat akses di Instagram @menujuduagaris.id. 

Referensi 

  • Wang, Y. (2022). Infertility—why the silence. Lancet Global Health, 10(6)
  • https://www.who.int/publications/i/item/978920068315

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: global, infertilitas, kesehatan

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 64
  • Page 65
  • Page 66
  • Page 67
  • Page 68
  • Interim pages omitted …
  • Page 97
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Penanganan Klasik pada Infertilitas Pria dengan Antisperm Antibodies (ASA)
  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.