• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

sperma

Peran Telur vs Sperma dalam Perkembangan Embrio – Apa Kata Dokter?

July 6, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Channel Take Over bareng dr. Maitra Djiang Wen, Sp.And-KFER

Pertanyaan dari PDG:

Dok, apakah benar day 1–3 itu hanya peran telur, dan day 4–5 hanya peran sperma?

Lalu, apakah ada perbedaan besar antara embrio yang berkembang menjadi blastosis di day 5 dan day 6?

Jawaban dari dr. Maitra:

Tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak 100% benar.

Tahapan perkembangan embrio hingga fase 8 sel (sekitar day 3) memang masih sangat bergantung pada “energi” atau faktor dari sel telur. Oleh karena itu, kondisi embrio pada hari ke-3 bisa menjadi gambaran kualitas telur.

Setelah itu, memasuki fase Embryonic Genome Activation (EGA)—yang pada manusia terjadi setelah hari ke-3—embrio mulai mandiri. Artinya, ia mulai menggunakan materi genetiknya sendiri dan mengambil nutrisi dari lingkungan sekitarnya.

Nah, disinilah peran sperma mulai lebih tampak. Jika embrio day 3 terlihat bagus, tapi di day 5 kualitasnya menurun (misalnya tidak berkembang menjadi blastokista yang optimal), maka besar kemungkinan penyebabnya berasal dari faktor sperma, bukan telur.

Jadi, blastokista yang terbentuk di day 5 atau day 6 sama-sama bisa digunakan, tapi perbedaan waktu ini juga bisa menjadi indikator tambahan dalam menilai kualitas sperma dan embrio secara keseluruhan.

Dijawab Oleh: dr. Maitra Djiang Wen, ApAnd-KFER

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: analisa sperma, embrio, sperma, Telur

HPV dan Kesuburan: Adakah Hubungan Tak Terduga yang Perlu Kita Tahu?

June 27, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Mendambakan kehadiran buah hati adalah impian banyak pasangan. Namun, perjalanan ini tak selalu mulus. Infertilitas, atau ketidaksuburan, telah menjadi isu kesehatan global yang memengaruhi sekitar 8-12% pasangan usia produktif di seluruh dunia. Seringkali, kita mencari tahu penyebabnya dari berbagai sisi, tapi tahukah sister dan paksu, bahwa Human Papillomavirus (HPV) mungkin juga punya peran?

Bukti-bukti terbaru menunjukkan adanya potensi kaitan antara HPV dengan masalah kesuburan, baik pada pria maupun wanita. Mari kita telaah lebih lanjut mengapa virus ini bisa menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam perjalanan kesuburanmu.

Bagaimana HPV Memengaruhi Kesuburan Pria?

Untuk para paksu, HPV bisa jadi lebih dari sekadar isu kesehatan umum. Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa HPV dapat menginfeksi berbagai komponen air mani. Ini berpotensi memengaruhi kualitas sperma secara signifikan, lho. Sperma bisa jadi kurang lincah (motilitas menurun), daya tahannya berkurang (viabilitas menurun), dan bahkan mengalami kerusakan DNA yang lebih parah (fragmentasi DNA meningkat). Tentu saja, kondisi ini bisa berkontribusi pada ketidaksuburan pada pria.

Tak hanya itu, virus ini juga bisa menempel pada kepala sperma. Ini memungkinkan sperma yang terinfeksi untuk membawa virus ke sel telur (oosit) atau bahkan plasenta. Lalu bagaimana jika ini terjadi pada perempuan?

Pengaruh HPV pada Kesuburan Wanita dan Risiko Keguguran

Lalu, bagaimana dengan para sister? Selain risiko kesehatan lainnya, HPV juga berpotensi memengaruhi kesuburanmu. HPV bisa memicu apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel trofoblas, yang penting untuk pembentukan plasenta. Ini juga bisa mengganggu penempelan sel-sel tersebut ke dinding rahim (endometrium). Dampak-dampak ini, sayang sekali, bisa meningkatkan risiko keguguran.

Selain itu, HPV berpotensi memengaruhi cadangan ovarium, yaitu jumlah sel telur yang dimiliki wanita. Ini terjadi karena HPV bisa menyebabkan peradangan kronis yang merusak fungsi sel granulosa (sel penting dalam perkembangan sel telur), dan bahkan menurunkan kadar hormon AMH (Anti-Müllerian Hormone) yang menjadi indikator kesuburan ovarium.

Peran Respons Imun dan Pengaruhnya pada ART

Tubuh kita punya sistem pertahanan, tapi terkadang respons imun terhadap HPV justru bisa ikut memengaruhi kesuburan. Contohnya adalah produksi antibodi anti-sperma (ASA). Antibodi ini bisa menyebabkan sperma menggumpal, mengurangi kemampuan sperma bergerak melalui lendir serviks, merusak sperma di saluran reproduksi wanita, dan bahkan mengganggu interaksi penting antara sperma dan sel telur.

Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil dengan teknologi reproduksi berbantu (ART) seperti IVF, infeksi HPV juga dikaitkan dengan tingkat keberhasilan yang lebih rendah. Virus ini berpotensi mengganggu proses-proses krusial seperti reaksi akrosom (pelepasan enzim sperma untuk menembus sel telur), interaksi antara sperma dan oosit, serta fusi keduanya.

Ditambah lagi mekanisme potensial bagaimana HPV berkontribusi pada infertilitas adalah melalui stres oksidatif (SO). Saat stres oksidatif terpicu, ini bisa berdampak negatif pada kualitas sperma dan menyebabkan kerusakan pada sistem reproduksi wanita. Pada akhirnya, ini semua bisa berkontribusi pada masalah kesuburan.

Memahami potensi hubungan ini bukanlah untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memberikan gambaran lebih lengkap tentang faktor-faktor yang bisa memengaruhi perjalanan kesuburan sister dan paksu. Jangan lupa untuk jaga kesehatan reproduksi, karena itu adalah langkah awal menuju impian memiliki buah hati. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Ardekani, O. S., Letafati, A., Dehkordi, S. E., Farahani, A. V., Bahari, M., Mahdavi, B., … & Saso, L. (2025). From infection to infertility: a review of the role of human papillomavirus-induced oxidative stress on reproductive health and infertility. European Journal of Medical Research, 30(1), 1-30.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: HPV, infertilitas, motilitas, perempuan, sperma

Bukan Cuma Masalah Serviks, HPV Juga Bisa Menurunkan Kualitas Sperma

June 26, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Selama ini, Human Papillomavirus (HPV) lebih dikenal sebagai penyebab kanker serviks pada perempuan. Tapi ternyata, HPV juga bisa berdampak langsung pada kesuburan laki-laki. Hal ini dibuktikan dengan adanya bukti yang menunjukkan bahwa infeksi HPV dalam semen dapat menurunkan kualitas sperma secara signifikan. Bagaimana jika ini adalah satu faktor sulitnya program hamil. Yuk pahami lebih lanjut!

Apa itu HPV dan Bagaimana Dampaknya pada Sperma

Human papillomavirus (HPV) selama ini dikenal luas sebagai penyebab utama kanker serviks. Tapi ternyata, infeksi HPV juga bisa berdampak pada kesehatan reproduksi laki-laki, lho!

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis dari 17 studi yang diambil dari database besar seperti PubMed, MEDLINE, dan Cochrane Library menunjukkan bahwa keberadaan HPV dalam semen laki-laki bisa menurunkan kualitas sperma dalam berbagai aspek penting, yaitu:

  1. Konsentrasi sperma: jumlah sperma jadi lebih sedikit
  2. Motilitas: kemampuan sperma untuk bergerak aktif menurun cukup drastis
  3. Viabilitas: jumlah sperma hidup ikut berkurang
  4. Morfologi: bentuk sperma normal terganggu

Yang perlu jadi perhatian, dampaknya akan jauh lebih buruk kalau infeksi disebabkan oleh HPV tipe risiko tinggi (high-risk HPV). Jenis ini secara signifikan menurunkan kualitas sperma lebih besar dibanding tipe risiko rendah, termasuk penurunan tajam pada jumlah spermanya.

Jika begitu keadaannya maka akan berdampak buruk pada sister dan paksu yang sedang melakukan program hamil, informasi ini penting banget untuk dipahami bareng pasangan. Pemeriksaan HPV bukan cuma untuk perempuan, tapi juga relevan untuk laki-laki apalagi kalau sedang merencanakan kehamilan lewat program berbantu.

Mengapa Ini Penting Diketahui?

Dilain sisi masih banyak yang menganggap masalah kesuburan hanya urusan perempuan, padahal infeksi HPV pada laki-laki juga bisa jadi faktor penting yang mengganggu peluang kehamilan. Virus ini bisa melekat di kepala sperma dan mengganggu fungsi reproduksi tanpa menimbulkan gejala yang jelas.

Jadi untuk sister dan paksu yang akan melakukan program hamil, apa yang bisa dilakukan?

  • Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk deteksi HPV.

  • Vaksinasi HPV tidak hanya ditujukan untuk perempuan. Laki-laki juga sebaiknya divaksin untuk mencegah penularan dan dampaknya.

  • Praktik seks aman tetap menjadi langkah pencegahan utama untuk menghindari infeksi virus ini.

Jadi, yuk mulai ubah cara pandang soal kesuburan. Infeksi HPV bukan cuma urusan perempuan, dan bukan cuma soal kanker. Virus ini bisa diam-diam mengganggu kualitas sperma dan bikin perjuangan dua garis jadi lebih berat.

Kalau sister dan paksu sedang dalam tahap persiapan atau sedang menjalani program hamil, jangan ragu untuk konsultasi lebih lanjut soal deteksi HPV dan vaksinasi. Ingat, mencegah selalu lebih mudah (dan lebih murah) daripada mengobati.

Karena program hamil adalah kerja tim, maka jaga kesehatan reproduksi juga harus dilakukan bersama. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Wang, S., Liu, L., Zhang, A., Song, Y., Kang, J., & Liu, X. (2021). Association between human papillomavirus infection and sperm quality: a systematic review and a meta‐analysis. Andrologia, 53(5), e14034.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: HPV, infertilitas, laki-laki, Serviks, sperma

Hati-hati dengan Paparan Ftalat! Bisa Pengaruhi Kualitas Sperma

June 23, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Pernah dengar tentang phthalates alias ftalat? Bahan kimia ini sering ditemukan di produk sehari-hari, seperti plastik, parfum, sabun, hingga produk perawatan tubuh. Bahan yang ternyata sister dan paksu sering temui ini menunjukkan bahwa zat ini bisa berdampak pada kualitas sperma pria. Wah bagaimana bisa terjadi dan bagaimana cara berdampak ke sperma, yuk pahami lebih lanjut!

Apa itu Phthalates alias Ftalat, dan Adakah Undang-Undang yang Mengatur?

Ftalat atau ester ftalat adalah bahan kimia yang secara umum digunakan sebagai plasticizer yang ditambahkan ke dalam bahan plastik untuk meningkatkan kelenturan, transparansi dan daya tahannya. Ftalat digunakan secara luas untuk produk yang umum digunakan oleh manusia seperti kemasan plastik, mainan anak, kosmetik dan obat-obatan.

Mengapa bahan ini membahayakan? Karena tidak adanya ikatan konten antara ftalat dan plastik, maka tidak mudah sekali terlepas ke lingkungan dengan pemanasan atau penggunaan pelarut kuat. Saat ftalat sudah terlepas ke lingkungan maka akan mudah terpapar ke manusia melalui debu, air, dan udara.

Hal ini sudah turut diatur dalam Undang-undang Nomor HK.03.1.23.07.11.6664 tahun 2011 yang mengatur tentang ambang batas beberapa jenis ftalat sebagai bahan pemlastis dalam kemasan pangan dengan berbagai konsentrasi. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor : 55/M-IND/PER/11/2013 yang mengatur penggunaan ftalat pada mainan anak tidak boleh melebihi 0,1%. 

Paparan Bahan Kimia Ini Bisa Pengaruhi Jumlah Sperma

Beberapa bahan kimia yang sering ditemukan di plastik, seperti ftalat, ternyata bisa berdampak pada kesehatan reproduksi laki-laki. Zat turunan ftalat yang masuk ke tubuh baik lewat urin atau cairan semen terkait dengan penurunan jumlah sperma. Contohnya seperti:

  1. MBP (monobutyl phthalate): bisa berasal dari produk perawatan pribadi seperti sampo, sabun cair, dan parfum.
  2. MBzP (monobenzyl phthalate): sering ditemukan pada lantai vinyl atau bahan pelapis berbahan plastik.
  3. DEHP (di-(2-ethylhexyl) phthalate): banyak digunakan dalam plastik lunak seperti kemasan makanan, botol minum, atau bahkan selang medis.

Semakin tinggi kadar zat-zat ini di tubuh, jumlah sperma bisa makin rendah. Artinya, paparan dari lingkungan sekitar termasuk makanan yang dibungkus plastik atau produk harian yang kita pakai bisa mempengaruhi kualitas sperma.

Meski begitu tidak semua metabolit ftalat menunjukkan efek buruk. Beberapa zat lain seperti MEP, MMP, dan MEHP tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan parameter kualitas sperma seperti jumlah, gerakan (motilitas), atau bentuk (morfologi).

Dari artikel MDG kali ini, kami ingin memberikan informasi bawah memang ada pengaruh dari paparan ftalat tertentu terhadap kesuburan pria, khususnya pada jumlah sperma. Meskipun begitu, tingkat kepastian bukti ini masih tergolong “sedang”, artinya belum 100% pasti. Namun perlu untuk mengurangi paparan ftalat bisa jadi langkah awal yang baik misalnya dengan memilih produk bebas ftalat, tidak memanaskan makanan dalam wadah plastik, atau menghindari parfum dan produk perawatan yang tidak jelas kandungannya. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Cao, S., Meng, L., Bai, H., Yang, W., Hu, X., & Li, X. (2024). The association between ethylene oxide and testosterone in the United States population: a cross-sectional study based on the National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) 2013–2016. Endocrine, 86(2), 850-859.
  • chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://bbkk.kemenperin.go.id/wp-content/uploads/brosur/brosur%20ftalat.pdf

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: ftalat, infertilitas, sperma

Aspirasi Sperma Vasal: Prosedur Minim Invasif untuk Paksu dengan Ejakulasi Kering

June 7, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Buat paksu yang mengalami masalah ejakulasi kering baik karena ejakulasi retrograde bisa jadi pernah merasa frustrasi. Kedua kondisi ini bukan hanya mengganggu kehidupan seksual, tapi juga berdampak besar pada program kehamilan. Tapi apa sih perbedaan antara dua masalah itu? yuk MDG akan membahas lebih lanjut

Apa itu Ejakulasi Retrograde

Jadi Ejakulasi retrograde adalah kondisi di mana sperma yang seharusnya dikeluarkan melalui uretra saat ejakulasi, justru masuk ke dalam kandung kemih. Pada paksu yang menderita retrograde ejaculation tetap bisa merasakan klimaks saat berhubungan seksual, namun hanya mengeluarkan sperma dalam jumlah sedikit atau tidak ada sama sekali (orgasme kering).

Keadaan ini dimana seorang pria hanya mengeluarkan sperma dalam jumlah yang sangat sedikit, lebih lanjut akan berpengaruh terhadap kesuburan karena kemungkinan sperma untuk bisa membuahi sel telur berada dalam jumlah yang terlalu rendah.

Tapi tenang, ada kabar baik. Karena ada sebuah metode yang mulai banyak diperbincangkan karena keberhasilannya adalah aspirasi sperma vasal, sebuah teknik pengambilan sperma yang sederhana, efektif, dan minim risiko.

Apa Itu Aspirasi Sperma Vasal?

Aspirasi sperma vasal adalah prosedur medis di mana sperma diambil langsung dari vas deferens saluran yang membawa sperma dari testis menuju uretra. Prosedur ini dilakukan menggunakan kaca pembesar untuk akurasi, dan biasanya dilakukan oleh dokter urologi atau andrologi berpengalaman.

Metode ini sangat bermanfaat bagi pria yang tidak dapat mengeluarkan sperma secara normal akibat gangguan ejakulasi, seperti Anejakulasi tubuh tidak mampu memulai proses ejakulasi sama sekali dan ejakulasi retrograde dimana sperma justru mengalir ke kandung kemih, bukan keluar melalui penis.

Biasanya, aspirasi sperma vasal dipertimbangkan ketika metode non-invasif seperti Pengambilan sperma dari urin pasca-ejakulasi, Pijat prostat, Stimulasi getaran penis (penile vibratory stimulation) dan Elektroejakulasi tidak berhasil.

Selain itu, dibanding metode invasif lain seperti ekstraksi dari testis (TESE) atau epididimis (MESA), prosedur ini tergolong lebih ringan dan mempertahankan struktur reproduksi pria dengan lebih baik.

Masih banyak yang mengira infertilitas pria hanya soal “jumlah sperma.” Padahal, mekanisme keluarnya sperma pun sangat penting. Saat ini aspirasi sperma vasal menjadi opsi yang efisien, tidak terlalu rumit, dan bisa menjadi langkah awal sebelum tindakan yang lebih berat dilakukan.

Untuk paksu yang terkendala program hamil karena ejakulasi kering, jangan menyerah dulu. Ada metode seperti aspirasi vasal yang patut dipertimbangkan. Tentu, semuanya harus melalui pemeriksaan menyeluruh dan diskusi dengan dokter. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Fan, L. W., Shao, I. H., & Hsieh, M. L. (2020). The simple solution for infertile patients with aspermia in the modern era of assisted reproductive technique. Urological Science, 31(6), 277-281.
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-ejakulasi-retrograde

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: ejakulasi, gangguan, infertilitas, laki-laki, perempuan, sperma

Apakah Aspermia pada Pria Muda Penderita Diabetes Berdampak pada Infertilitas?

June 6, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Aspermia sendiri merupakan kondisi ketika paksu mengalami orgasme tanpa mengeluarkan sperma. Kondisi ini disebut juga sebagai orgasme kering (dry orgasm). Aspermia dapat terjadi sesekali dan hilang dengan sendirinya, tetapi bisa juga terjadi dalam jangka panjang dan berdampak pada kesuburan pria.

Aspermia dapat terjadi ketika air mani atau sperma berkurang. Bisa juga akibat adanya sumbatan pada saluran sperma sehingga air mani dan sperma tidak dapat dikeluarkan saat ejakulasi.

Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab aspermia adalah Operasi prostat (prostatektomi), Operasi kandung kemih, Vasektomi, Radioterapi pada organ reproduksi pria misalnya testis dan prostat, Kelainan genetik yang mengganggu fungsi organ reproduksi, Kadar hormon testosteron yang terlalu rendah, Ejakulasi terbalik Infeksi, misalnya orchitis dan epididimitis, Varikokel, Sumbatan di saluran sperma atau saluran kemih dan Multiple sclerosis dan Cedera tulang belakang. Sekarang bagaimana jika kondisi ini jika terjadi pada laki-laki dengan diabetes? Yuk ketahui lebih lanjut!

Aspermia dan Diabetes

Diabetes melitus bukan hanya soal gula darah, karena kondisi kronik ini juga bisa menyentuh aspek kehidupan yang lebih dalam dan personal, termasuk kesuburan. Salah satu komplikasi yang jarang dibicarakan tapi nyata terjadi adalah aspermia. Fakta bahwa kondisi saat pria tidak bisa mengeluarkan air mani saat ejakulasi. Sekitar 40% pria penderita diabetes bisa mengalami kondisi ini, dan dampaknya tidak main-main terhadap peluang mereka menjadi seorang ayah. Lalu bagaimana jika pada paksu yang memiliki kondisi ini ingin melakukan program hamil?

Penanganan Melalui Kombinasi Bedah dan Terapi Obat

Masalah ejakulasi seperti ejakulasi kering atau gagal emisi pada pria dengan diabetes bukan hal yang bisa dianggap sepele. Ini bisa menjadi bagian dari komplikasi diabetes jangka panjang, khususnya yang memengaruhi pembuluh darah dan sistem saraf otonom yang mengatur fungsi seksual dan reproduksi.

Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah kombinasi antara tindakan bedah dan terapi medis. Misalnya, bila ditemukan kondisi varikokel (pelebaran pembuluh darah di skrotum), prosedur varikokelektomi dapat dilakukan untuk memperbaiki aliran darah di sekitar testis. Dalam beberapa kasus, bisa juga dilakukan tindakan ekstraksi sperma dari testis (TESE) untuk mengetahui kondisi spermatogenesis secara langsung.

Selain itu, terapi obat juga bisa menjadi bagian penting dalam pemulihan fungsi ejakulasi. Salah satu pilihan yang digunakan adalah Imipramine, yaitu obat antidepresan trisiklik yang telah ditemukan memiliki efek positif terhadap ejakulasi, terutama pada pria dengan diabetes. Obat ini bekerja dengan memengaruhi saraf dan otot yang terlibat dalam proses ejakulasi.

Dengan pendekatan yang tepat dan dilakukan secara bertahap, kemungkinan pemulihan fungsi ejakulasi tetap terbuka. Jika kualitas sperma setelah terapi membaik, prosedur seperti inseminasi intrauterin (IUI) bisa menjadi langkah selanjutnya dalam program kehamilan.

Yang penting untuk diingat paksu, infertilitas bukan hanya soal jumlah sperma tetapi juga bagaimana tubuh bekerja untuk mengeluarkannya. Dan ya diabetes memang bisa memengaruhi proses ini. Tapi kabar baiknya, penanganan tetap bisa dilakukan dengan pendekatan menyeluruh, bukan hanya fokus pada satu aspek saja. Jangan lupa tetap melakukan pemeriksaan ke dokter kalian yaa! Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Aghajani, M. M. R., Golsorkhtabaramiri, M., & Mirabi, P. (2021). Treatment of aspermia (anejaculation) in a diabetic infertile man (a case report). Journal of Clinical and Translational Endocrinology: Case Reports, 20, 100083.
  • https://www.alodokter.com/aspermia

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: aspermia, diabetes, infertilitas, laki-laki, sperma

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 4
  • Page 5
  • Page 6
  • Page 7
  • Page 8
  • Interim pages omitted …
  • Page 10
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Stres, Hormon, dan Infertilitas: Ketika Pikiran dan Tubuh Saling Mempengaruhi Kesuburan
  • Faktor Sederhana yang Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesuburan
  • Nyeri Saat Berhubungan pada Endometriosis: Kenapa Banyak yang Diam dan Tidak Tahu Harus Ke Mana
  • Antioksidan Tidak Selalu Aman: Ketika “Terlalu Sehat” Justru Mengganggu Kesuburan
  • Stres Oksidatif dan Kualitas Sperma: Peran Telomer yang Jarang Dibahas dalam Infertilitas

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.