• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

menuju dua garis

Waspadai Jenis Stress Dalam IVF dan Mempertanyakan Siapa yang Lebih Rentan Mengalami Tekanan Psikologis

June 20, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Saat menjalani program bayi tabung (IVF) atau teknologi reproduksi berbantuan (ART), pasangan tidak hanya menghadapi tantangan fisik, tapi juga tekanan mental. Banyak yang tidak menyadari bahwa proses ini bisa sangat menguras emosi.

MDG akan membahas ini dengan sister bahwa tekanan psikologis yang dirasakan pria dan wanita selama menjalani program ini bisa berbeda. Dengan kita memahami ini membantu kita lebih memahami pentingnya dukungan emosional selama proses memiliki buah hati

Apa yang Dirasakan Para Perempuan?

Dibandingkan para suami, wanita yang mengalami infertilitas ternyata lebih tinggi dalam berbagai gejala psikologis, seperti:

  1. Somatisasi (keluhan fisik yang terkait stres),
    Tekanan mental selama program bayi tabung (IVF) juga bisa memicu gangguan psikologis lain seperti somatic symptom disorder (SSD) atau gangguan somatoform. Kondisi ini membuat seseorang merasakan berbagai keluhan fisik seperti nyeri perut, sesak napas, atau kelelahan, padahal tidak ditemukan penyebab medis yang jelas. Yang membedakan adalah tingkat kekhawatiran berlebih terhadap gejala fisik tersebut pengidap SSD bisa merasa sangat cemas dan yakin bahwa mereka sedang mengalami penyakit serius. Dalam konteks IVF, ketegangan emosional yang terus-menerus bisa membuat seseorang lebih peka terhadap perubahan tubuhnya, hingga setiap rasa nyeri atau sensasi ringan pun dianggap sebagai tanda bahaya. Gejala ini bisa semakin mengganggu proses dan memperburuk tekanan psikologis yang dirasakan. Karena itu, penting bagi pasangan untuk memahami bahwa kesehatan mental juga bagian dari kesiapan menjalani program kesuburan, dan tidak ragu mencari bantuan profesional jika muncul gejala yang mengganggu.
  2. Gejala obsesif,
    Bagi sebagian pasangan yang menjalani program bayi tabung (IVF), tekanan mental yang muncul bisa memicu atau memperparah kondisi kesehatan mental tertentu, seperti gangguan obsesif-kompulsif (OCD). OCD ditandai dengan pola pikir dan ketakutan yang tidak diinginkan (obsesi) yang mendorong seseorang melakukan perilaku berulang (kompulsi) untuk meredakan kecemasan. Misalnya, kekhawatiran berlebihan terhadap kebersihan atau prosedur medis dapat membuat seseorang terus-menerus mencuci tangan, mengecek jadwal minum obat, atau berulang kali mencari kepastian dari tenaga medis semua dilakukan secara berlebihan dan ritualistik. Sayangnya, dorongan untuk mengontrol segala sesuatu ini justru menimbulkan lingkaran stres yang sulit diputus. Di tengah proses IVF yang sudah menantang secara fisik dan emosional, kondisi OCD bisa makin memperberat beban mental. Perasaan malu, frustrasi, atau risih terhadap gejala OCD pun kerap muncul. Namun, penting untuk diingat bahwa kondisi ini bisa diatasi dengan bantuan profesional, dan pengobatan yang tepat dapat membantu memperbaiki kualitas hidup selama menjalani program kesuburan.

Bahkan penelitian yang dilakukan Kissi, 2013 menunjukkan bahwa perempuan cenderung mengalami tekanan psikologis yang lebih berat saat menghadapi tantangan infertilitas dan menjalani prosedur medis seperti ART. Bukan berarti pria tidak terpengaruh, tetapi tekanan emosional pada wanita tampaknya lebih kompleks dan dalam.

Untuk itu sister dan paksu harus mulai aware dengan dukungan psikologis yang bukan dapat dihiraukan karena hal ini masuk sebagai bagian dari perawatan infertilitas. Terutama untuk para sister yang membutuhkan dukungan ekstra, layanan konseling atau terapi emosional bisa sangat membantu dalam menjaga keseimbangan mental selama proses pengobatan.

Infertilitas bukan sekadar isu medis. Ini juga tentang perasaan, harapan, dan tekanan sosial yang seringkali hanya dirasakan tapi tak terucap. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • El Kissi Y, Romdhane AB, Hidar S, Bannour S, Ayoubi Idrissi K, Khairi H, et al. General psychopathology, anxiety, depression and self-esteem in couples undergoing infertility treatment: a comparative study between men and women. Eur J Obstet Gynecol Reprod Biol. (2013) 167:185–9. doi: 10.1016/j.ejogrb.2012.12.014
  • https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/gangguan-somatoform-somatisasi/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/obsessive-compulsive-disorder/symptoms-causes/syc-20354432

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: IVF, menuju dua garis, perempuan, perempuan hamil, stress

Pola Makan untuk Paksu: Rahasia Gizi yang Bikin Sperma Lebih Berkualitas

May 17, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Sebagian dari kalian bisa jadi ber berpikir bahwa asupan makanan hanya soal kalori untuk tenaga. Tapi kenyataannya, kualitas makanan jauh lebih penting terutama kalau paksu dan sister sedang ikhtiar untuk program hamil.

Karena kualitas sperma sangat dipengaruhi oleh komposisi nutrisi, bukan sekadar banyaknya kalori. Jadi Lemak, karbohidrat, protein, hingga senyawa bioaktif dalam makanan ternyata punya peran penting dalam proses reproduksi laki-laki, bahkan sampai ke tingkat seluler dan mitokondria. Coba yuk kita lihat setidaknya ada dua pola makan dan bagaimana jika digunakan untuk program hamil.

Yuk bandingkan Pola Makan Barat Vs Mediterania

Dalam beberapa dekade terakhir, banyak orang disekitar kita yang mungkin mengadopsi pola makan Barat. Pola ini dikenal tinggi lemak jenuh dan trans, Karbohidrat sederhana (gula), Makanan olahan, daging olahan dan minuman manis.

Sayangnya, makanan-makanan ini sudah terbukti berkontribusi terhadap penurunan kualitas sperma. Penelitian menunjukkan bahwa asupan lemak jenuh dan trans yang tinggi bisa mengganggu fungsi mitokondria yaitu bagian dari sel sperma yang bertanggung jawab memproduksi energi untuk bergerak. Sperma jadi lemas, lesu, bahkan rusak. Lalu bagaimana dengan pola makan mediterania.

Sebaliknya, pola makan Mediterania terbukti mendukung kesuburan pria. Pola makan ini didominasi oleh: Buah dan sayuran segar, kacang-kacangan dan biji-bijian, ikan dan minyak zaitun, karbohidrat kompleks dan konsumsi daging dan susu yang rendah

Model ini tinggi kandungan monounsaturated fatty acids (MUFA) dan omega-3, yang dapat menekan stres oksidatif dan memperbaiki performa mitokondria sperma. Sperma lebih lincah dan kuat berenang.

Meski begitu harus diketahui bahwa kandungan serat dan antioksidannya tinggi, pola makan ini bisa mengurangi asupan vitamin B12, zat besi, dan zinc, yang semuanya penting untuk fungsi testis dan produksi testosteron. Jadi, walau terlihat sehat, tetap butuh pengaturan dan pengawasan gizi yang seimbang.

Lemak: Bukan Musuh, Asal Pilih yang Tepat

Tidak semua lemak berdampak negatif. Justru, lemak dari kelompok asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) seperti omega-3 sangat penting. PUFA Mendukung struktur membran sperma, Menjaga fluiditas (kelenturan) sperma dan Mengurangi radikal bebas yang merusak DNA sperma. Sumber PUFA sehat bisa didapat dari salmon, chia seed, flaxseed, dan minyak zaitun. 

Karbohidrat & Protein: Pengaruhnya pada Hormon

Karbohidrat kompleks dan protein juga memainkan peran. Keduanya memengaruhi kadar testosteron dan stres oksidatif, dua faktor penting dalam produksi dan pematangan sperma. Hindari lonjakan gula darah dari karbohidrat sederhana (kayak minuman manis dan roti putih), dan pilih sumber protein seperti telur, ikan, tahu, atau tempe.

Terakhir adalah banyak makanan mengandung polifenol, antioksidan alami yang bisa menetralkan stres oksidatif pada sperma. Tapi hati-hati, dosisnya penting. Konsumsi berlebihan bisa mengganggu mitokondria sperma. Polifenol banyak ditemukan di teh hijau, buah beri, anggur, dan cokelat hitam.

Setelah memahami hal tersebut, paksu harus ingat bahwa Interaksi dari komposisi nutrisi harus memperhatikan tiga hal baik Bioenergetika mitokondria, Stres oksidatif dan  Kadar hormon (terutama testosteron) karena ini menentukan apakah sperma bisa “berfungsi optimal” atau malah menurun kualitasnya. 

Untuk itu dibutuhkan pola makan yang sehat tidak hanya menjaga kesehatan tubuh secara umum, tapi juga menjadi fondasi untuk kualitas sperma yang baik. Jadi, buat para paksu yang sedang berjuang untuk punya momongan, memperbaiki pola makan bisa jadi langkah awal yang sangat menentukan.

Karena pada akhirnya, usaha pejuang dua garis nggak hanya soal alat tes, tapi juga soal isi piring sehari-hari. Informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

Ferramosca, A., & Zara, V. (2022). Diet and male fertility: the impact of nutrients and antioxidants on sperm energetic metabolism. International journal of molecular sciences, 23(5), 2542.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: laki-laki, makanan bergizi, menuju dua garis, nutrisi, pola hidup sehat, sperma

Kiat Optimalisasi Program IVF: Dari Protokol Stimulasi Hingga Embrio Transfer

April 20, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Surabaya, 19 April 2025 – Setelah sukses menggelar Fertility Bootcamp perdana bersama Sunfert Malaysia di penghujung tahun 2024, komunitas Menuju Dua Garis (MDG) kembali menghadirkan program edukasi lanjutan bertajuk “Kiat Optimalisasi Program IVF: Dari Protokol Stimulasi Hingga Embrio Transfer”. Acara ini kembali menggandeng Sunfert Malaysia dan menghadirkan pakar fertilitas terkemuka, Dr. Lim Lei Jun, serta dua Pejuang Dua Garis (PDG) inspiratif Indah dan Chandra yang menerima program IVF gratis dari Sunfert.

Dalam sesi ini, lebih dari 80 peserta yang terdiri dari sister dan paksu bergabung secara daring melalui Zoom untuk menyimak pemaparan mendalam seputar proses IVF. Acara dibuka dengan video apresiasi dari MDG, dilanjutkan sambutan hangat dari pendiri MDG, Mizz Rosie, yang menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota komunitas yang telah membersamai perjuangan panjang dalam mendapatkan buah hati.

Dr. Lim Lei Jun memaparkan secara detail tahapan IVF, mulai dari stimulasi ovarium, jenis-jenis hormon yang digunakan, hingga proses transfer embrio. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang personalized dalam pemberian obat, disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing pasien. Salah satu contoh nyata adalah pengalaman Indah yang mendapatkan tambahan suntikan Cetrotide untuk mencegah pematangan dini sel telur. Dalam kesempatan ini, Dr. Lim juga menjelaskan bahwa transfer embrio pada tahap blastokista yakni pada hari ke-5 hingga ke-6 pasca pembuahan, memiliki peluang keberhasilan yang lebih tinggi dibanding transfer pada tahap sebelumnya.

Kisah sukses Indah dan Chandra yang berhasil memperoleh 10 blastokista pada siklus IVF pertama mereka menjadi sorotan inspiratif dalam acara ini. Kehadiran mereka memberikan semangat baru bagi para PDG lainnya untuk terus berjuang.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Pertanyaan yang diajukan pun sangat personal dan mendalam, seperti:

  • “Untuk kondisi very low AMH dan saat USG transv hanya terlihat dua sel telur, apakah prosedur IVF tetap bisa dilanjutkan atau menunggu hingga jumlah sel telur bertambah?”

  • “Apakah program IVF berisiko menyebabkan OHSS? Saya baru selesai IVF dan sebelum OPU, kadar estradiol saya mencapai 6000-an sehingga tidak bisa melakukan fresh transfer.”

MDG merasa terharu melihat semangat juang para PDG yang telah melalui berbagai tahap hingga ke proses IVF. Melalui acara ini, MDG berharap dapat menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan, sekaligus ruang dukungan emosional bagi para pejuang dua garis di seluruh Indonesia.

Untuk informasi dan edukasi seputar fertilitas lainnya, jangan lupa untuk mengikuti akun Instagram @menujuduagaris.id agar tidak ketinggalan berbagai program dan acara menarik lainnya.

Sampai jumpa di forum selanjutnya!

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: embrio, infertilitas, IVF, MDG, menuju dua garis, PDG, pejuang dua garis, sunfert

Harapan Baru untuk Infertilitas: Stem Cell sebagai Terobosan?

March 22, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Webinar pada 21 Maret 2025 kembali sukses digelar! Kali ini, MDG berkolaborasi dengan WellnessCell dan dr. Pandian RAM. Acara ini dipandu langsung oleh Mizz Rosie, salah satu founder komunitas Menuju Dua Garis. Lebih dari 100 sister dan paksu bergabung di Zoom, berinteraksi secara langsung dalam sesi tanya jawab bersama tiga narasumber. Salah satunya adalah Licia, seorang real patient yang berhasil hamil setelah menjalani terapi stem cell, meskipun sebelumnya memiliki AMH rendah hingga 0.17.

Topik yang dibahas sangat beragam, mulai dari bagaimana terapi stem cell dapat membantu wanita dengan AMH rendah, perannya dalam meningkatkan peluang kehamilan, hingga fakta medis dan pengalaman nyata pasien yang berhasil hamil. Diskusi berlangsung interaktif, memberikan wawasan baru bagi para peserta.

MDG juga telah banyak mengulas penelitian terkait terapi ini. Salah satunya adalah jurnal berjudul “Stem Cells—The New Agents in Infertility Treatment: The Light at the End of the Tunnel?” yang membahas:

  • Stem Cell & Infertilitas Pria: Terapi ini menjanjikan solusi untuk azoospermia (ketiadaan sperma) dan infertilitas idiopatik, dengan potensi menciptakan sel sperma dari sel punca pluripoten yang diinduksi (iPSCs).
  • Stem Cell & Infertilitas Wanita: Penelitian menunjukkan bahwa terapi ini dapat meregenerasi jaringan ovarium dan bahkan membentuk oosit baru, membantu wanita dengan insufisiensi ovarium prematur atau kondisi lainnya.
  • Jenis Stem Cell: Ada berbagai jenis sel punca, seperti sel punca mesenkimal (MSCs) dari jaringan dewasa dan sel punca pluripoten dari embrio, yang memiliki potensi besar dalam terapi infertilitas.
  • Perkembangan Terapi: Meskipun menjanjikan, terapi ini masih dalam tahap penelitian dan harus melalui uji klinis terkontrol untuk memastikan keamanannya serta menghindari penyalahgunaan teknologi.

 

Bagaimana, sister dan paksu? Tertarik mencoba metode ini? Dunia medis terus berkembang, dan kini ada semakin banyak opsi untuk meningkatkan peluang kehamilan. Tapi ingat, setiap perawatan yang dijalani juga berdampak positif bagi kesehatan secara keseluruhan, bukan hanya untuk infertilitas.

Buat yang belum sempat ikut webinar kali ini, jangan khawatir! Masih banyak acara menarik lainnya yang bisa sister dan paksu ikuti. Jangan sampai ketinggalan info terbaru dengan follow Instagram kami di @menujuduagaris.id!

Referensi 

  • Radhakrishnan, G. (2017). Stem cells—The new agents in infertility treatment: the light at the end of the tunnel?. Fertility Science and Research, 4(2), 70-73.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: fertilitas, MDG, menuju dua garis, Stem Cell

Fertility Bootcamp MDG & Morula: Dua Hati, Satu Mimpi Menuju Dua Garis Sesi Akhir Berjalan Meriah dan Menyentuh

February 17, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Surabaya, 16 Februari 2025 – Sesi terakhir Fertility Bootcamp MDG & Morula sukses digelar di Mileu Space Surabaya dengan penuh kemeriahan dan momen mengharukan. Acara ini menjadi penutup dari rangkaian program edukasi dan dukungan bagi pasangan yang tengah berjuang mendapatkan keturunan. Dengan konsep unik dan interaktif, acara ini menggabungkan fertility talk show, healthy cooking class, scrapbook making, serta free konsultasi bersama para dokter ahli.

Acara ini menghadirkan dua dokter spesialis dari Morula, yaitu Dr. Jimmy Yanuar Annas, Sp. O.G, Subsp. F.E.R dan Dr. Benediktus Arifin, MPH, SpOG (K), FICS, serta Chef Ken, yang berbagi wawasan dan keterampilan seputar gaya hidup sehat untuk mendukung program kehamilan.

Antusiasme Tinggi dari Peserta Online dan Offline

Acara dibuka oleh dua Bumin dari MDG dan dilanjutkan oleh Mizz Rosie, Founder MDG. Tidak hanya dihadiri secara langsung, acara ini juga menarik perhatian peserta dari berbagai penjuru Indonesia melalui siaran online. Tercatat sekitar 263 peserta bergabung secara virtual, menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi di kolom chat dan mengikuti sesi memasak bersama pasangan.

Dalam sesi healthy cooking class, Chef Ken dengan penuh semangat membimbing peserta dalam memasak menu sehat, baik secara langsung maupun daring. Sementara itu, dalam sesi talk show dan konsultasi, para peserta berkesempatan bertanya langsung kepada dokter mengenai berbagai permasalahan kesuburan. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain “Dok, apakah jika hasil HSG dinyatakan paten setelah laparoskopi sekitar 6 tahun lalu, perlu dilakukan HSG ulang?”, “Jika mengalami hidrosalping bilateral, apakah harus menggunakan program IVF long protocol? Berapa persen tingkat keberhasilannya jika rahim, sel telur, dan sperma dalam kondisi baik?” dan “Dok, mengapa setelah sperma diperiksa untuk inseminasi, hasilnya menunjukkan asthenozoospermia padahal morfologinya 4% dengan total sperma 136.5×10/ejakulat? Apakah ini normal?”

Momen Haru dan Inspiratif

Acara ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menjadi ruang berbagi bagi para peserta. Banyak peserta yang terharu hingga meneteskan air mata karena merasa mendapatkan dukungan moral yang kuat. Misi MDG untuk menghadirkan komunitas yang saling mendukung dan berbagi kasih pun tersampaikan dengan baik.
Sebagai sesi penutup Fertility Bootcamp MDG & Morula, acara ini menjadi bukti bahwa edukasi dan komunitas yang solid dapat membantu para pasangan dalam perjalanan mereka menuju kehamilan. MDG berharap dapat terus menghadirkan acara inspiratif lainnya di masa depan. Untuk informasi lebih lanjut dan acara selanjutnya, follow Instagram @menujuduagaris.id. Sampai jumpa di event berikutnya!

Tentang MDG (Menuju Dua Garis) adalah komunitas yang berfokus pada edukasi dan dukungan bagi pasangan yang sedang berjuang untuk mendapatkan keturunan. Dengan berbagai program, MDG berkomitmen untuk memberikan informasi yang terpercaya dan menjadi ruang berbagi bagi para pejuang dua garis.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: MDG, menuju dua garis, pejuang dua garis, press release

Sesi Kedua Fertility Bootcamp 2025: Kedekatan yang Terjalin dan Penutupan Penuh Haru

February 8, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Surabaya, 7 Februari 2025 – Fertility Bootcamp 2025 telah sukses menyelenggarakan sesi kedua pada tanggal 7 Februari 2025 pukul 19.00 WIB. Acara ini kembali menghadirkan suasana yang interaktif dan penuh kehangatan, tak kalah seru dari sesi pertama. Sesi ini dibuka oleh MC, Bu Min dari Menuju Dua Garis (MDG), dan dilanjutkan dengan sambutan dari Mizz Rosie selaku Founder MDG.

Selama 85 menit, peserta terbagi dalam breakout room berdasarkan cabang Morula IVF, yang meliputi Bandung, Ciputat, Denpasar, Jakarta, Margonda Depok, Padang, Pontianak, Surabaya, Tangerang, dan Yogyakarta. Setiap breakout room dipandu oleh dokter ahli dari masing-masing cabang Morula IVF, yang dengan antusias memberikan edukasi dan menjawab pertanyaan dari para peserta.

Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya peserta yang berebut untuk mengangkat tangan dan bertanya langsung kepada dokter. Para pejuang dua garis (PDG) berbagi kisah perjalanan mereka, dari durasi perjuangan menghadapi infertilitas hingga berbagai program kehamilan yang telah dicoba. Para dokter menjelaskan setiap kasus dengan detail dan menggunakan pendekatan unik masing-masing. Salah satu dokter bahkan menciptakan momen penuh tawa dengan menyatakan, “Ya nggak apa-apa kalau stres saat promil, itu wajar! Kami yang dokter aja stres.” Ucapan ini disambut gelak tawa dari peserta, menciptakan suasana yang lebih rileks dan penuh semangat.

Menjadi pejuang dua garis bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi merupakan bagian dari takdir terbaik yang mempertemukan para sister dan paksu dalam komunitas yang saling mendukung. Sesi kedua ini pun ditutup dengan penuh haru, terlebih saat diputarnya lagu “Batas Senja – Nanti Kita Seperti Ini” yang menyentuh hati para peserta. Beberapa peserta bahkan meneteskan air mata, merasakan kedekatan yang semakin erat dalam komunitas ini.

Sayangnya, waktu yang terbatas membuat beberapa peserta belum sempat mengajukan pertanyaan mereka. Namun, Fertility Bootcamp 2025 masih akan berlanjut ke sesi ketiga, yang diharapkan dapat kembali memberikan ruang diskusi yang lebih luas bagi para pejuang dua garis.

Nantikan informasi lebih lanjut tentang sesi selanjutnya dengan mengikuti Instagram resmi kami di @menujuduagaris.id. Sampai jumpa di sesi berikutnya!

Tentang Menuju Dua Garis (MDG)
Menuju Dua Garis (MDG) adalah komunitas yang berkomitmen untuk memberikan edukasi, dukungan, dan ruang berbagi bagi para pejuang dua garis dalam perjalanan mereka menuju kehamilan. Melalui berbagai kegiatan seperti Fertility Bootcamp, MDG terus berupaya menghadirkan informasi yang terpercaya dan membangun solidaritas antar anggota komunitas.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: fertility bootcamp, menuju dua garis, pejuang dua garis

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Page 2
  • Page 3
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.